RM.id Rakyat Merdeka - Bagaimana jika saudara kembar tidak memiliki kemiripan fisik, tetapi justru ada orang lain yang wajahnya identik dengan salah satu dari mereka?
Premis unik ini menjadi cerita utama film komedi keluarga Kembar Tak Sama produksi MBK Productions dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), yang dijadwalkan memulai pengambilan gambar pada 27 Oktober 2026.
Dimulainya produksi film tersebut ditandai dengan acara selamatan dan syukuran di Auditorium Gedung Rektorat IKJ, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027. Kembar Tak Sama mengikuti kisah Bimo dan Doni saudara kembar dengan penampilan fisik dan sifat yang berbeda.
Kehidupan mereka semakin rumit ketika Raka, seorang mahasiswa film yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan keduanya, muncul dengan wajah yang identik dengan Bimo.
Baca juga : Marandang Institute Galang Aksi Rendang Peduli Sumatera
Kemunculan Raka memicu berbagai kekacauan komedi di lingkungan kampus. Namun, persoalan tersebut juga memunculkan kecurigaan Doni tentang identitas mereka.
Ia mulai mempertanyakan kemungkinan pertukaran bayi saat terjadi gempa bumi di sebuah rumah sakit 18 tahun silam.
Di balik rangkaian kejadian kocak itu, film ini mengangkat persoalan identitas, hubungan persaudaraan, dan penerimaan diri.
Ceritanya menekankan bahwa ikatan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kemiripan fisik atau hubungan biologis, tetapi juga oleh cinta, penerimaan, dan kesediaan untuk saling memahami.
Film ini juga menjadi ajang kolaborasi antara industri perfilman dan dunia pendidikan seni. Melalui kerja sama operasional MBK Productions dan IKJ, sejumlah program studi, antara lain Film dan Televisi, Teater, Musik, serta Desain Komunikasi Visual, dilibatkan dalam proses produksi.
Baca juga : Festival Film Indonesia 2024 Alumni IKJ
"Kita ingin menyatukan dunia pendidikan dan industri. Dunia pendidikan dan industri harus jadi satu. Produk pendidikan bisa langsung dipakai di dunia industri. IKJ memang sejak 50 tahun lalu, baru membuat film layar lebar pertama. Ini hal yang luar biasa," kata Rektor IKJ Syamsul Ma'arif dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Kolaborasi tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa, alumni, dan tenaga pendidik untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam proses produksi film profesional sekaligus memperoleh pengalaman langsung di industri kreatif.
Kembar Tak Sama disutradarai Damar Rizal Marzuki, sutradara muda yang merupakan putra aktor senior Epy Kusnandar.
Produksi film ini dipimpin produser Rendy Gunawan dan Suzen H.R. Tobing, dengan Budi Yulianto dan Mohammad Syamsul Maarif sebagai produser eksekutif.
Sementara itu, skenario dan pengembangan cerita digarap oleh Budi Yulianto, Joko Nugroho, Damar, Dimas, dan Arthur.
Dari sisi pemain, film ini memadukan aktor yang telah dikenal di industri perfilman dengan para pemain teater berpengalaman.
Perpaduan tersebut diharapkan menghadirkan karakter yang kuat sekaligus memperkaya dinamika komedi dalam cerita.
"Ini aku pertama kali memerankan dua karakter sekaligus. Lumayan menantang, dan menguras energi, tapi aku senang dengan semua proses ini, nggak sabar untuk proses syutingnya," kata aktor Endy Arfian, pemeran Bimo dan Raka.
Dengan mengusung premis krisis identitas yang dibalut komedi keluarga, Kembar Tak Sama mencoba menghadirkan hiburan sekaligus mengajak penonton melihat kembali makna keluarga, yang tidak selalu ditentukan oleh kesamaan wajah maupun garis keturunan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.