Dark/Light Mode

Regina Art Angkat Kisah Pejuang Perempuan Njonja Ati Soetji

Jumat, 23 Oktober 2026 17:43 WIB
Regina Art menghadirkan pertunjukan tentang Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan, tokoh keturunan Tionghoa asal Majalengka, Jawa Barat. Foto: Rehina Art
Regina Art menghadirkan pertunjukan tentang Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan, tokoh keturunan Tionghoa asal Majalengka, Jawa Barat. Foto: Rehina Art

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah produksi seni Regina Art kembali mengangkat kisah tokoh perempuan bangsa ke panggung teater.

Kali ini, Regina Art menghadirkan pertunjukan tentang Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan, tokoh keturunan Tionghoa asal Majalengka, Jawa Barat, yang dikenal atas perjuangannya melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

Pendiri Regina Art, Joane Win, tampil sebagai pemeran utama Njonja Ati Soetji. Mengenakan kain batik, Joane terlihat anggun saat membawakan mini showcase di The Forest, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

“Kami tak butuh uangmu, tetapi bagaimana cara baik mendapatkannya,” ujar Joane dalam salah satu adegan.

Pertunjukan ini turut melibatkan sejumlah seniman, termasuk Maudy Koesnaedi yang memerankan tokoh antagonis bernama Sayap Hitam. Pementasan teatrikal tersebut mengisahkan perjuangan Ati Soetji menyelamatkan perempuan dari eksploitasi dan jeratan prostitusi yang berujung pada perdagangan manusia.

Baca juga : TVRI Dan PIM Jajaki Kolaborasi, Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Kisah ini sekaligus menyoroti keberanian seorang perempuan dalam memberikan perlindungan kepada mereka yang rentan menjadi korban.

Selain Joane Win dan Maudy Koesnaedi, pertunjukan ini menghadirkan Tika Bravani sebagai Noona Kneefel dan Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin.

Sejumlah pemeran lainnya yakni Chloe Gerry sebagai Suyun, Willem Bievers sebagai Van Walsem, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, serta Andi Solohin sebagai Jagal.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, menyambut baik pementasan tersebut. Menurutnya, sosok Ati Soetji bukan sekadar bagian dari sejarah, melainkan juga teladan dalam kepedulian dan keberanian membantu sesama.

“Ini memang untold story. Sebenarnya, beliau calon pahlawan nasional. Pada 1919, beliau membuat rumah singgah untuk perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pada zaman Hindia Belanda, banyak terjadi eksploitasi sehingga perlindungan seperti ini sangat dibutuhkan,” kata Wenny.

Baca juga : Amartha Perkuat Modal Perempuan Petani Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Wenny menyebut setidaknya ada tiga pesan penting dari ketokohan Ati Soetji yang relevan hingga saat ini. Pertama, the power of women, yakni kekuatan perempuan untuk mengambil tindakan dan menyelamatkan orang-orang yang berada dalam jangkauannya.

Kedua, kasih sayang bukan sekadar perasaan iba, melainkan keberanian untuk melindungi, berkorban, serta mendampingi mereka hingga mampu berdiri mandiri.

Ketiga, perjuangan Ati Soetji yang telah berlangsung lebih dari satu abad dapat menjadi teladan bagi generasi sekarang. Semangatnya dinilai perlu terus diwariskan agar nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup.

Penulis naskah, Endah D. Jenura, mengatakan kisah Ati Soetji juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, termasuk bagi mereka yang memiliki privilese atau kehidupan berkecukupan.

Menurut Endah, tidak semua orang yang memiliki kelebihan materi tergerak membantu sesama. Sebaliknya, Ati Soetji berani turun langsung menyelamatkan perempuan dari perdagangan manusia, meski saat itu ia merupakan istri seorang pejabat masyarakat Tionghoa yang bergelar kapitan.

Baca juga : PISAgro Dorong Peningkatan Pendapatan Petani Perempuan

Pementasan ini diproduseri secara eksekutif oleh Joane Win, disutradarai Wawan Sofwan, dengan dukungan Yayasan Hati Suci yang diwakili Wenny serta naskah karya Endah D. Jenura.

Melalui pertunjukan ini, Regina Art berharap perjuangan Ati Soetji tidak berhenti sebagai kisah masa lalu, tetapi menjadi inspirasi untuk memperkuat keberanian, solidaritas, dan perlindungan terhadap perempuan serta anak-anak dari eksploitasi dan perdagangan manusia.

Pementasan ini didukung oleh Ciputra Artpreneur, BFI Finance, Alcester, Regina Realty, Sariayu Martha Tilaar, Le minerale.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.