RM.id Rakyat Merdeka - Pernah merasakan atmosfer panggung nasional hingga menjadi band pembuka konser Padi Reborn, musisi asal Simalungun, Sumatera Utara, Benny Yogi Purba, kini bersiap kembali memperluas kiprahnya di industri musik Indonesia.
Tak hanya mengandalkan pengalaman, Benny menempuh sertifikasi kompetensi sebagai bekal memperkuat profesionalisme dan membuka peluang menembus panggung nasional.
"Harapan saya kembali lagi go nasional. Setidaknya itu harapan yang paling nyata, paling diimpikan sekarang," ungkap Benny.
Bagi Benny, panggung nasional bukanlah sesuatu yang asing. Pada 2017, ia bersama Equaliz, band rock asal Medan, berhasil menembus delapan besar sebuah kompetisi musik nasional.
Mereka harus bersaing dengan sekitar 1.200 grup band dari berbagai daerah di Indonesia. Pencapaian tersebut menjadi pintu bagi Benny dan rekan-rekannya untuk memperluas perjalanan bermusik.
Bersama tujuh finalis lainnya, Equaliz tergabung dalam The Mighty 8 dan mendapat kesempatan merekam karya dalam sebuah album kompilasi nasional.
Tak hanya itu, rangkaian pertunjukan setelah kompetisi membawa mereka tampil di sejumlah kota, mulai dari Jakarta, Surabaya, dan Malang hingga berbagai daerah di Kalimantan dan Sulawesi.
Baca juga : PANDI Dan Kemenekraf Bidik Potensi Besar IP Indonesia Di Dunia Digital
Equaliz juga pernah mendapat kesempatan menjadi band pembuka dalam rangkaian konser Padi Reborn di Jawa Timur pada 2018.
Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran bagi Benny tentang industri musik sekaligus memperluas jejaring profesionalnya. Perjalanan bermusik Benny sendiri telah dimulai sejak duduk di bangku SMP.
Berawal dari kecintaan terhadap musik, ia mulai membentuk band, menciptakan lagu, hingga melakukan rekaman. Ketertarikannya pada dunia musik kemudian diperdalam melalui pendidikan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU).
Setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia musik, Benny tetap aktif berkarya dan mengembangkan karier solo.
Sejumlah karya telah dihasilkan, sementara hubungan dengan sesama musisi, penyelenggara acara, dan pelaku industri terus ia bangun.
Namun, pengalaman panjang di dunia musik tidak membuat Benny merasa cukup untuk berhenti belajar.
"Kemampuan bermusik perlu diimbangi dengan pengetahuan dan pengakuan kompetensi profesional," tambahnya.
Baca juga : Kemenekraf dan Google Petakan Peluang AI untuk Ekonomi Kreatif
Kesadaran tersebut pula yang mendorong Benny mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Musisi dan Penyanyi Solo yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Ara Cafe & Eatery, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 29-30 Oktober 2026.
Bagi Benny, pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperdalam pengetahuan setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai musisi.
Ia bahkan mengibaratkan pengalaman mengikuti pelatihan tersebut seperti kembali duduk di bangku kuliah.
Menurutnya, banyak wawasan baru yang diperoleh dari para mentor berpengalaman. Bekal tersebut diharapkan dapat melengkapi pengalaman praktik yang selama ini telah dimilikinya.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi pada 31 Oktober 2026. Benny berharap sertifikat yang diperoleh nantinya dapat memperkuat pengakuan atas kemampuan profesionalnya sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
Untuk mewujudkan keinginannya kembali ke panggung nasional, Benny tidak ingin hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.
Ia terus berupaya menciptakan dan memublikasikan karya, mengikuti berbagai kegiatan musik, serta memperluas jejaring dengan pelaku industri.
Baca juga : Belajar Dari Kasus Amsal, Kemenekraf Siapkan Standar Jasa Kreatif
"Perjalanan menjadi musisi profesional merupakan proses yang tidak pernah berhenti," katanya.
Bagi Benny, pernah tampil di panggung nasional bukan berarti tidak perlu lagi meningkatkan kemampuan. Justru, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk kembali melangkah dengan bekal yang lebih matang.
Dari Simalungun, Benny ingin membuktikan bahwa musisi daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di industri musik nasional.
Pengalaman, karya, jejaring, serta pengakuan kompetensi menjadi modal yang kini ia persiapkan untuk kembali menapaki panggung yang lebih luas.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Aktivasi Creative Hub juga berupaya menghadirkan ruang kreatif yang inklusif bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah, termasuk Simalungun.
Ruang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku kreatif untuk berkolaborasi, mengembangkan potensi, dan menghasilkan karya yang dapat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.