BREAKING NEWS
 

Daftar PHK Terus Tambah Panjang, Proteksi Rakyat, Utamakan Hak Pekerja

Mirah Sumirat: Upah Murah, Warga Pun Cari Yang Murah

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 15 September 2024 07:50 WIB
Mirah Sumirat, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin banyak, seperti di pabrik Quantum. Tanggapan Anda?

Secara umum, ini karena upah murah. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat menjadi rendah. Akhirnya, masyarakat mencari barang-barang yang murah juga. Menyesuaikan dengan upahnya. 

Situasi itu yang juga dihadapi produk Quantum?

Iya, situasi itu juga yang menimpa produk Quantum, sehingga tidak laku. Masyarakat mencari yang jauh lebih murah, karena upahnya murah.

Baca juga : Rahmad Handoyo: Utamain Hak Pekerja Yang Terkena PHK

Apa faktor lainnya?

Banjirnya produk impor barang sejenis. Produk impor jauh lebih murah harganya. Kita sama-sama tahu, ada aturan dibukanya keran impor yang cukup besar dan bebas. 

Kebanyakan barang China itu ke kita. Harganya jauh lebih murah dibandingkan harga produk Quantum itu. Bukan hanya kompor, tapi produk lain seperti tekstil dan alas kaki impor yang harganya murah, membanjiri negara kita dan membuat bangkrut.

Apakah masih ada faktor lain?

Baca juga : Menteri Siti Dianugerahi Gelar Ibu Manggala Agni

Dibukanya e-commerce seluas-luasnya. Kalau kita perhatikan, banyak yang basisnya di China, namun yang jualan itu orang kita. Semacam alih daya pegawai. Belum lagi para artis ikutan dagang. Ini semakin memperberat produk anak bangsa sendiri, produk UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) kita. 

Bagaimana kualitas barang impor itu?

Kualitasnya hampir sama. Tapi, Pemerintah membuka keran impor besar-besaran, tanpa memproteksi barang-barang produksi pengusaha lokal kita. 

Bagaimana saran Anda?

Baca juga : Gerindra Yakin Ajakan Golput Bakalan Sia-sia

Seharusnya, saat barang luar negeri masuk, Pemerintah memproteksi produk lokal, seperti yang dilakukan India. NNM 

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 15 September 2024 dengan judul "Daftar PHK Terus Tambah Panjang, Proteksi Rakyat, Utamakan Hak Pekerja, Mirah Sumirat: Upah Murah, Warga Pun Cari Yang Murah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense