RM.id Rakyat Merdeka - Tensi pertarungan antara pendukung Calon Gubernur Jakarta, mulai meninggi. Hal itu terlihat dari saling sindir antar tim pemenangan Cagub-Cawagub Jakarta, menjelang hari pencoblosan.
Politisi PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mulai menyindir pasangan calon (Paslon) lain dan mendukung jagoannya, Pramono Anung-Rano Karno.
Kata dia, Pramono-Rano pasangan ideal untuk memimpin Jakarta. Sedangkan calon lain berbahaya bagi warga Jakarta untuk lima tahun mendatang.
Baca juga : Abdul Aziz: Rakyat Jakarta Semua Sudah Cerdas Menilai
“Pasangan yang lain itu kadang-kadang bisa lebih berbahaya ketimbang yang dulu, tahu nggak. Ini casing-nya lebih bagus, ini bahaya,” ucap Ahok di hadapan Pendukung Ahok (Ahokers) yang mendeklarasikan dukungan terhadap Cagub-Cawagub Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Ahok yang pernah menjadi Gubernur Jakarta, mengingatkan masyarakat agar tak tertipu janji-janji manis yang diucapkan pasangan Cagub-Cawagub, selain Pramono-Rano. “Pernah mengalami manis-manis, terus kaga kerja,” katanya.
Ahok menyatakan, Pramono-Rano akan mewujudkan segala aspirasi Ahokers dan warga Jakarta.
Baca juga : Investor Inggris Bakal Bangun Botanical Garden
Namun, pernyataan Ahok itu dikritisi Ketua Harian Timses Pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Abdul Aziz.
Menurutnya, masyarakat dan pemilih di Jakarta sudah cerdas. Mereka tidak akan terpengaruh oleh kampanye hitam. Apalagi, yang diucapkan Ahok.
Sementara Juru Bicara Pramono-Rano, Cyril (Chico) Raoul Hakim menganggap, pernyataan Ahok bukan kampanye hitam. Dia pun meminta agar hal itu tidak dibesar-besarkan.
Baca juga : Konsolidasi Pemenangan TPP Khofifah-Emil Gaspol
Untuk lebih lengkapnya, berikut wawancara dengan Chico Hakim terkait pernyataan Ahok tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.