Dark/Light Mode

OJK Gencarkan Inklusi Keuangan Ke Wilayah IKN

Senin, 7 Oktober 2024 07:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kedua kiri), Executive Vice President Center of Digital BCA selaku Ketua FinExpo Wani Sabu (kiri), Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Iwan Darmawan (kedua kanan) dan Sekretaris Otorita IKN Achmad Santos Adiwijaya memukul katambung saat melakukan Kick-Off BIK 2024 di Mal Pentacity, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (5/10/2024). Foto: HUMAS OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kedua kiri), Executive Vice President Center of Digital BCA selaku Ketua FinExpo Wani Sabu (kiri), Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Iwan Darmawan (kedua kanan) dan Sekretaris Otorita IKN Achmad Santos Adiwijaya memukul katambung saat melakukan Kick-Off BIK 2024 di Mal Pentacity, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (5/10/2024). Foto: HUMAS OJK

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok target inklusi keuangan mencapai 98 persen pada 2045. Target ini dicanangkan dalam Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Melalui program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan setiap tahun, OJK berupaya mencapai target tersebut, guna memperluas akses keuangan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan yang lebih bertanggung jawab dan produktif.

Kick Off BIK 2024 diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dengan menggelar rangkaian Financial Expo (FinExpo) 2024 yang mengusung tema: Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif di Pentacity and E-wall Mall Balikpapan, pada Sabtu-Minggu (5-6/10/2024).

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, Kaltim dipilih menjadi lokasi pelaksanaan pembukaan BIK 2024 sebagai bentuk komitmen OJK dalam meningkatkan literasi, inklusi dan pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Sebab, OJK meyakini, kolaborasi dan sinergi sangat penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

“Dengan literasi dan inklusi keuangan yang baik, maka akan memperluas dan membuka basis ekonomi baru di daerah. Termasuk menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan,” ungkap Mahendra dalam acara Kick Off BIK 2024, Balikpapan, Kaltim, Sabtu (5/10/2024).

Baca juga : Anggaran Baiknya Dialihkan Buat Bansos Dan Pasar Murah

Hal ini juga menjadi komitmen sekaligus respons OJK, yang dilakukan dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Mantan Wakil Menteri Keuangan ini juga menegaskan, literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Pasalnya, tingkat inklusi keuangan menjadi salah satu indikator pembangunan ekonomi yang dapat mengerek fungsi intermediasi lembaga keuangan.

Lebih jauh, Mahendra menuturkan, Kaltim memiliki pertumbuhan intermediasi yang cukup unik. Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kaltim tumbuh 10 persen per tahun, sementara penyaluran kreditnya 7,4 persen. Hal tersebut, membuat Loan to Deposit Rasio (LDR) cukup besar.

Namun lazimnya, imbuh mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini, penyaluran kredit lebih besar dari pada DPK, yang rata-rata kredit tumbuh 11 persen per tahun dan DPK rata-rata tumbuh 7,1 persen.

“Artinya, ini menjadi tantangan bagus bagi Kaltim. Bagaimana dalam kurun waktu 10 hingga 25 tahun ke depan Kaltim bisa terus tumbuh,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, OJK terus mendorong perluasan inklusi keuangan.

Baca juga : Pemilihan RT, RW Dan LMK Di DKI Rawan Dipolitisasi

“Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) diimbau, dalam menjalankan bisnis, tidak hanya mengedepankan penjualan tetapi juga memperhatikan faktor edukasi,” tandasnya.

Kiki, sapaan Friderica, menambahkan, agar semakin memperluas program inklusi keuangan, perwakilan kantor OJK daerah akan mengorkestrasikan berbagai kebijakan dan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayahnya. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar perluasan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Kiki, perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat untuk mengakses produk dan layanan sektor jasa keuangan.

“Tetapi kemudahan ini diikuti oleh berbagai tantangan, yaitu meningkatnya kejahatan di sektor jasa keuangan yang dapat merugikan masyarakat,” warning-nya.

Sebagai informasi, pelaksanaan BIK 2024 merupakan bagian dari program GENCARKAN yang diinisiasi OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.

Pada puncak pelaksanaan BIK 2024 di Kaltim, terdapat 68 booth yang berasal dari PUJK, baik itu yang konvensional maupun syariah. Lalu ada juga booth regulator, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan lembaga terkait lainnya, dengan total lebih dari 100 kegiatan.

Baca juga : Timnas Indonesia Tiba Di Bahrain, Tim Garuda Siap Tempur

Selain itu, rangkaian BIK 2024 dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 35 Kantor OJK Daerah, dengan total kegiatan mencapai 341 kegiatan.

“Target capaian BIK 2024, yaitu meningkat 10 persen dari capaian BIK tahun 2023, yang targetnya ada sekitar 3.100 kegiatan dengan total peserta sekitar 2 juta orang,” katanya.

Sementara target capaian akses keuangan di BIK 2024, dipatok mencapai 8,7 juta akses produk dan layanan jasa keuangan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.