Sebelumnya
Pak Jokowi menolak PPP dan memilih PSI. Sebagai salah satu Ketua DPP PPP, apa respons dan tanggapan Anda?
Yang pertama, kita hormati keputusan Pak Jokowi untuk memilih PSI ketimbang PPP. Kedua, kita juga secara institusional tidak pernah meminta Pak Jokowi untuk menjadi calon ketua umum PPP.
Tapi kan ada dari internal PPP yang mendorong?
Secara resmi tidak ada. Entah lah kalau ada pribadi-pribadi yang dorong mendorong Pak Jokowi untuk menjadi calon ketua umum PPP.
Baca juga : Kurikulum Sekolah Rakyat Akan Efektif Dan Fleksibel
Anda tidak kecewa dengan pilihan Jokowi ke PSI?
Tidak lah. Justru Pak Jokowi itu rasional. Masa anaknya punya partai, dia ikut partai orang lain.
Apa kata dunia kalau Pak Jokowi berlabuh ke partai orang lain. Lagian beliau itu kan sudah sepuh dan dituakan lah.
Pak Jokowi menolak karena PPP juga kurang seksi lagi?
Baca juga : Muktamar Jangan Memecah Kabah
Bisa saja. Atau mungkin Pak Jokowi juga sudah berhitung, partai yang gagal ke Senayan karena tidak memenuhi PT selalu tidak bisa lagi kembali ke Senayan, kecuali angka parliamentary treshold (PT) itu dihapus.
Contohnya, Partai Bulan Bintang, Partai Bintang Reformasi, Partai Hanura sulit kembali ke Senayan lagi.
Nah, ke depan PPP itu tinggal menentukan nasibnya sendiri dengan memilih ketua umum yang baru.
Kalau misalnya Pak Jokowi gak ke PPP, lalu siapa tokoh yang pas?
Baca juga : Rapat Di Hotel Dan Restoran Hidupkan Ekonomi Daerah
Kalau bisa PPP itu harus mencari tokoh dan kader yang berasal dari fusi-fusi partai. Misalnya di NU atau di Muhammadiyah, di Perti (Persatuan Tarbiyah Islam), atau di Syarikat Islam.
Siapa saja tokohnya. Bisa Anda sebutkan?
Ya, misalnya Hamdan Zulfa dari Syarikat Islam. Dari NU ada Gus Ipul, ada banyak lagi. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 11 Juni 2025 dengan judul "Jelang Muktamar Dielus-elus PPP, Jokowi Pilih PSI? Syaifullah Tamliha: Kita Tidak Pernah Minta Jokowi Masuk PPP"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.