Sebelumnya
Apa pandangan Anda terhadap wacana pembentukan Ditjen Pesantren di tubuh Kementerian Agama?
Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan langkah strategis dan bersejarah bagi Indonesia. Selama ini pesantren telah menjadi pilar penting dalam membangun karakter bangsa, mencetak ulama, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan. Namun, peran besar itu belum diimbangi dengan kebijakan struktural yang memadai.
Dengan adanya Ditjen Pesantren, negara akhirnya memberikan ruang yang lebih proporsional untuk memperkuat ekosistem pesantren secara kelembagaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Ini bukan hanya urusan administratif, tetapi bentuk pengakuan terhadap jasa dan kontribusi pesantren dalam perjalanan kebangsaan Indonesia.
Baca juga : Ongkos Haji Akan Disisir Supaya Bisa Lebih Murah
Apa persoalan utama yang dihadapi pesantren sehingga perlu dibentuk direktorat khusus?
Selama ini, pengelolaan pesantren cenderung tersebar di berbagai direktorat dan program yang belum terintegrasi. Akibatnya, banyak kebijakan yang tumpang tindih, data yang tidak valid, serta dukungan yang tidak merata antara pesantren besar dan pesantren kecil.
Selain itu?
Baca juga : 15 RSUD Naik Kelas, Siap Layani 7 Spesialis Dasar
Masih banyak pesantren yang berjuang sendiri dalam hal pendanaan, pengembangan SDM, dan modernisasi manajemen. Padahal, di tengah perubahan zaman, pesantren dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. Karena itu, pembentukan Ditjen Pesantren menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan adanya lembaga khusus yang fokus pada penguatan kapasitas pesantren secara menyeluruh.
Menurut Anda, langkah ini bisa menjawab tantangan besar yang dihadapi pesantren?
Saya optimistis bisa. Ditjen Pesantren akan menjadi ruang koordinasi yang lebih kuat untuk menyinergikan program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan karakter santri. Dengan kebijakan yang fokus, Pemerintah dapat membantu pesantren bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif, tapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. NNM
Baca juga : Menteri PANRB: Perempuan Terbukti Lebih Taat Aturan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 20 Oktober 2025 dengan judul "Dikaji Oleh Wamenag Dan Menpan RB, Tentang Urgensi Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, Maman Imanulhaq: Banyak Kebijakan Yang Tumpang Tindih"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.