Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar menyambut baik ultimatum Presiden Prabowo Subianto yang akan me-reshuffle menterinya jika tiga kali ditegur, masih tidak bekerja dengan benar.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, ketegasan Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa Kabinet Merah Putih (KMP) bekerja berdasarkan target dan prilaku yang baik. Dia mengatakan, teguran tiga kali memberikan kesempatan untuk berbenah.
“Itu bagus. Presiden berorientasi pada target setiap kementerian. Bukan hanya soal perilaku, tapi soal kinerja yang harus dicapai,” kata Sarmuji di Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Baca juga : OJK Selamatkan Dana Masyarakat Rp 376,8 M
Soal reshuffle kabinet, kata Sarmuji, Partai Golkar, patuh. Dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Presiden, termasuk soal perlu atau tidaknya pergantian komposisi di satu tahun Kabinet Merah Putih.
“Kalau reshuffle, ya itu wewenang beliau. Tanpa peringatan juga bisa di-reshuffle kalau Presiden merasa perlu, apalagi yang sudah diingatkan berkali-kali,” katanya.
Seperti diketahui, Golkar merupakan partai politik dengan representasi terbanyak dalam kabinet Prabowo Subianto dengan delapan menteri. Yaitu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkodigi) Meutya Hafid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Nusron Wahid.
Baca juga : Program Magang Nasional Pacu Transformasi Ekonomi
Kemudian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.
Selain itu, Golkar juga memiliki tiga wakil menteri. Yaitu, Christina Aryani (Wamen P2MI), Dyah Roro Esti Widya Putri (Wamen Perdagangan), dan Lodewijk Freidrich Paulus (Wamenko Polkam).
“Insya Allah menteri dari Golkar bisa menjalankan tugas dari Presiden dengan baik. Ya, kita saling mengingatkan, karena setiap amanah harus dijawab dengan kinerja yang baik,” lanjutnya.
Baca juga : Titik Kemacetan Parah Di DKI Semakin Banyak
Soal perjalanan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, Sarmuji menilai sudah menampakkan hasil yang baik. Dia mengatakan, untuk mengukur kinerja Pemerintah harus dilihat secara proporsional, karena tidak semua program bisa langsung dinilai dalam waktu singkat.
“Sebagian on progress, karena tidak semua program bisa dinilai dalam jangka waktu pendek,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya