BREAKING NEWS
 

Jadi Kendaraan Dinas Para Menteri, Tepatkah Mobil Maung Menjadi Mobil Nasional?

TB Hasanuddin: Kebanggaan Hasil Karya Anak Bangsa

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 28 Oktober 2025 07:10 WIB
TB Hasanuddin, Anggota Komisi I DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat keinginan Presiden Prabowo untuk menjadikan mobil Maung produksi PT Pindad sebagai mobil nasional?

Saya kira sangat bagus. Dalam sejarah otomotif kita, Indonesia belum pernah punya mobil nasional. Dulu ada Timor, tapi itu dari Korea. Bimantara juga dari Hyundai. Pak Habibie sempat merencanakan mobil Maleo, tapi tidak jadi. Terakhir Esemka, tapi sekarang juga tidak ada. Jadi, saya berharap Presiden bisa mewujudkan mobil Maung sebagai mobil nasional.

Apakah komponen dalam negerinya sudah mencukupi?

Ya walaupun mungkin kandungannya belum 100 persen dalam negeri, itu tidak masalah. Tidak ada satu pun produk otomotif di dunia ini yang sepenuhnya buatan dalam negeri. Yang penting, Maung harus menjadi karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia. Apalagi Maung punya keunggulan ganda, bisa dipakai untuk versi sipil maupun versi militer. Saya pernah naik, untuk kelas jeep, cukup bagus.

Adsense

Baca juga : Sensus Ekonomi Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Kalau dilihat dari sisi pertahanan dan kemandirian industri ke depan, berarti mobil Maung ini penting untuk Indonesia?

Ya, tentu penting. Kita berharap nanti harganya bisa bersaing. Kalau ada produk Indonesia sekelas jeep dan harganya kompetitif dibanding mobil luar, itu akan jadi keunggulan tersendiri. Mungkin ke depan kelas jeep ini bisa dikembangkan menjadi angkutan sedang, misalnya dengan mengganti bagian belakangnya. Dengan sedikit modifikasi sesuai kapasitas mesinnya, saya kira potensinya besar. Kita patut bangga dan berdoa agar program ini berhasil.

Bagaimana dengan rantai pasok dan komponen purna jualnya?

Kalau nanti Maung diproduksi massal, tentu harus ada konsep besar, termasuk marketing dan jaringan purna jualnya. Penjualan spare part juga harus disiapkan, terutama di daerah-daerah. Saya kira Pindad cukup mampu membuat sebagian besar komponen itu sendiri, karena mereka punya divisi otomotif yang bisa menangani.

Baca juga : Ongkos Naik Haji 2026 Diusulkan Turun 1 Juta

Apakah peluang kerja sama dengan swasta terbuka, termasuk dengan pihak luar negeri?

Kemungkinan itu selalu terbuka. Produk dengan teknologi tinggi, apalagi kelas berat, memang sulit dikerjakan sendiri. Bahkan pesawat Boeing pun tidak sepenuhnya dibuat sendiri. Jadi, kolaborasi dengan swasta dalam negeri maupun pihak asing sangat mungkin dilakukan, selama tujuannya untuk memperkuat industri nasional.

Bagaimana dengan pembiayaan proyek ini, terutama target tiga tahun yang disampaikan Presiden?

Untuk pembiayaan kendaraan yang dipakai militer, itu berasal dari anggaran pertahanan. Tidak ada masalah karena sudah termasuk dalam program pengadaan kendaraan tempur. Sementara untuk versi sipil, saya kira perlu melibatkan pihak swasta. Jadi proses produksi dan penjualannya harus dikelola bersama, agar tidak membebani negara dan bisa menjangkau pasar lebih luas.

Baca juga : Dorong Peran Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas

Terakhir, apa pesan Anda terkait rencana ini?

Yang penting kita dukung bersama. Ini kebanggaan kita, punya kendaraan nasional yang benar-benar karya anak bangsa. Mudah-mudahan sukses dan bisa menjadi kebanggaan Indonesia. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 28 Oktober 2025 dengan judul "Jadi Kendaraan Dinas Para Menteri, Tepatkah Mobil Maung Menjadi Mobil Nasional? TB Hasanuddin: Kebanggaan Hasil Karya Anak Bangsa"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense