Dark/Light Mode

Rakyat Merdeka Pantau Perdagangan Thrifting

Baju Bekas Di Pasar Senen Masih Rame Diburu Warga

Selasa, 28 Oktober 2025 06:25 WIB
Pembeli memilih pakaian bekas di Lantai 4, Blok III, Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Foto: Dede Iswadi/RM)
Pembeli memilih pakaian bekas di Lantai 4, Blok III, Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Foto: Dede Iswadi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar pakaian bekas (thrifting) di Pasar Senen, nggak ada matinya. Pasar ini masih ramai dikunjungi masyarakat yang berburu pakaian bermerek terkenal dengan harga murah, walaupun bekas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana melarang perdagangan thrifting. Rencana itu pun mendapatkan dukungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Bagaimana kondisi pasar thrifting di Pasar Senen saat ini? Ternyata saat Rakyat Merdeka melihat langsung ke lokasi, peminat baju bekas ini masih rame. 

“Boleh, dipilih, dipilih. Kemeja, kemeja,” kalimat seperti itu saling bersahutan, diteriakkan para penjual pakaian bekas di Lantai 4, Blok III, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pasar Senen merupakan surganya para pemburu barang thrifting bermerek terkenal, dengan harga yang relatif murah. Thrifting berasal dari kata thrift yang artinya hemat atau irit. 

Baca juga : Kejagung: Nanti Saja, Buktikan Di Persidangan

Dengan alasan hemat itu, bukan hanya warga Jakarta, banyak warga sekitar ibu kota juga ikut berburu pakaian bekas impor di pasar ini. 

Pantauan Rakyat Merdeka pada Sabtu (25/10/2025), sekitar pukul 13.15 Waktu Indonesia Barat (WIB), pasar ini ramai dan bising. Selain teriakan pedagang yang saling bersahutan, untuk menarik perhatian pengunjung, sejumlah pedagang menyetel musik cukup keras. 

Seluruh kios di Lantai 4, Blok III, menjual pakaian dan aksesoris bekas impor. Mulai dari kemeja, kaos, celana, jas, jaket, sweater, hoodie, pakaian anak-anak, topi, sepatu, tas, handuk, selimut hingga pakaian dalam wanita seperti bra serta G-string. 

Baca juga : Madrid Garang Usai Diejek Yamal

Pengunjung Lantai 4 ramai. Mereka memang datang untuk berbelanja. Bukan hanya cuci mata, seperti di mall yang muncul istilah Rojali (rombongan jarang beli), atau Rohana (rombongan hanya nanya). Banyak pengunjung yang menenteng kantong kresek hitam, berisi barang yang telah dibelinya. 

Wina, pengunjung yang menenteng dua kantong plastik hitam, membeli kemeja dan hoodie. Dia mengaku sudah sering berbelanja di sini. 

Menurutnya, saat akhir pekan, apalagi pada tanggal muda, lantai ini sangat ramai dan barang yang dijajakan pun lebih banyak. “Di sini lengkap, hampir semua outfit ada. Harganya murah dan bisa ditawar,” kata wanita berusia 35 tahun ini. 

Baca juga : Puncak Klasemen Formula, Norris Gusur Piastri

Wina sadar, barang yang dibelinya bekas dipakai orang lain. Berisiko menularkan penyakit yang diidap pemakai sebelumnya, terutama penyakit kulit. Namun, dia tidak khawatir karena punya trik untuk mengatasinya. 

“Sebelum dipakai, saya rendam dulu pakai air mendidih dan deterjen. Setelah itu, dicuci,” beber perempuan yang tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini. 

Wina tidak fanatik merek terkenal tertentu. Dia lebih mementingkan kenyamanan dan kualitas pakaian yang dikenakannya. Namun, menurutnya, pakaian branded lebih enak dipakai. Bahannya berkualitas, sehingga tidak gerah dan nyaman. “Ada harga, ada kualitas,” ucapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.