BREAKING NEWS
 

Revisi UU Pemilu, Usulan Hak Memilih Menjadi Wajib Memilih, Apa Mungkin?

Kaka Suminta: Sejatinya Demokrasi Itu Memberi Kebebasan

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 4 November 2025 07:15 WIB
Kaka Suminta, Peneliti KIPP. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Ada usulan dari Partai Golkar terkait hak pilih menjadi wajib pilih. Apa pendapat Anda?

Soal hak pilih menjadi wajib pilih itu memang menjadi pilihan, tetapi di dalam sejarah berbangsa dan bernegara, kita lebih mengenal hak untuk memilih bukan kewajiban memilih.

Adsense

Karena sejatinya demokrasi itu memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk hak memilih bukan wajib memilih.

Apakah ada dampaknya jika hak pilih berubah menjadi wajib pilih?

Baca juga : Syahmud Ngabalin: Demokrasi Kuat Lahir Bila Rakyatnya Aktif

Kalau di dalam demokrasi hak pilih menjadi wajib pilih, maka konsekuensinya panjang.

Apa saja?

Salah satunya adalah budaya demokrasi di Indonesia yang berbeda dan akan membuat gejolak jika diubah.

Kedua, jika wajib pilih, maka pastinya akan ada konsekuensi hukum jika dilanggar oleh masyarakat yang tidak menggunakan pilihannya.

Baca juga : IKN Tunjukkan Progres Nyata

Jika demikian akan berpotensi menimbulkan masalah baru, dong?

Iya. Wajib pilih secara otomatis akan membuat problem baru. Lagian, perubahan hak pilih menjadi wajib pilih tidak ada alasan yang kuat. Selama ini angka partisipasi masyarakat cukup tinggi. Di Pemilu lalu, mencapai 81 persen, dan di Pilkada 70 persen.

Jika problemnya supaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat lebih tinggi, maka sistem pemilu harus diperbaiki, pemerintahan dibersihkan, partai politik juga diperbaiki.

Kalau semua itu diperbaiki, maka publik akan dengan sendirinya menggunakan hak pilihnya.

Baca juga : Menkum Siap Benahi Sistem Royalti Musik

Lalu, apa saran Anda?

Lebih baik berhenti untuk mengusulkan ide atau wacana yang menimbulkan kontroversi. Hentikan wacana tersebut karena buang-buang umur dan energi saja.

Fokus saja pada isu-isu yang saat ini menjadi perhatian masyarakat. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 4 November 2025 dengan judul "Revisi UU Pemilu, Usulan Hak Memilih Menjadi Wajib Memilih, Apa Mungkin? Kaka Suminta: Sejatinya Demokrasi Itu Memberi Kebebasan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense