Sebelumnya
Bagaimana proses pemulihan bencana alam Sumatera di sektor pendidikan?
Kami tidak hanya mendata jumlah sekolah, murid dan guru yang meninggal, murid dan guru yang dirawat, yang rumahnya rusak, itu semua kami data. Jadi data kita komprehensif.
Penangannya akan seperti apa?
Ada beberapa masukan. Misalnya SMA yang saya kunjungi itu, lokalnya ada 21, 15 lokal masih baik sementara enam rusak. Maka bisa masuk dengan sistem shift. Maka saya sarankan ada yang masuk pagi, dan ada juga yang masuk siang.
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Guru Dan Siswa Korban Butuh Trauma Healing
Selain itu?
Ada memang satu SD yang memang rusak semua. Kemudian sekolah itu memakai bangunan madrasah diniyah. SD-nya masuk pagi, madrasah diniyah masuk sore.
Bagaimana dengan tenda darurat?
Ada juga yang kami bangunkan tenda darurat. Sementara kami baru membangun 25 tenda di Sumatera Barat. Nanti kami akan lihat, berapa yang bisa kami dirikan di Aceh dan di Sumatera Utara.
Baca juga : TNI Bareng Mahasiswa Gelar Trauma Healing
Berapa banyak rencananya?
Tentu semua bertahap sesuai kemampuan kami. Kami fokus yang menjadi tupoksi kami, yakni penanganan-penanganan yang terkait dengan pendidikan dan sekolah. Sudah masuk data kami, itu akan diprioritaskan fisiknya pada tahun 2026, lalu untuk perpustakaan yang rusak juga akan kami data.
Ada saran agar Pemerintah tak sekadar mendirikan fisik sekolahnya saja, tetapi memulihkan psikososial bagi guru dan siswanya juga, ada tanggapan?
Kami akan menghadirkan sekian ratus psikososial, kerjasama dengan himpunan psikolog Indonesia (HIMPSI). Mereka akan kirimkan relawannya untuk melakukan trauma healing, dengan cara mereka tentunya. Saat ini kan tidak Pemerintah saja, ada banyak lembaga yang bekerja di lapangan. Misal Muhammadiyah yang turun memberikan bantuan. Tentu kami tidak bekerja sendiri, saatnya kita bekerjasama, bergotong royong untuk membantu mengatasi usai banjir ini. Bagaimana kita tetap membangkitkan semangat anak yang terdampak agar tetap belajar dengan cita-cita mereka yang sangat mulia. TIF/NNM
Baca juga : Transmigrasi Modern Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 10 Desember 2025 dengan judul "Selain Bangun Sekolah Di Sumatera, Pemulihan Mental Guru Dan Murid Diharapkan Jadi Prioritas Utama, Abdul Mu'ti: Kami Akan Hadirkan Ratusan Psikososial"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.