Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat langkah Pemerintah dalam proses pemulihan sektor pendidikan di bencana Sumatera?
Kerusakan sekolah yang luas ini, menurut saya, memiliki dampak langsung terhadap kondisi mental anak dan tenaga pendidik. Kerusakan sekolah tidak hanya meruntuhkan ruang belajar, tetapi juga mengguncang rasa aman anak-anak.
Anda mengusulkan Pemerintah juga fokus pada psikososial siswa dan guru, apa alasannya?
Tentu, kami ingat bahwa mereka baru saja melewati pengalaman traumatis, terjebak banjir, kehilangan barang, bahkan harus mengungsi.
Baca juga : TNI Bareng Mahasiswa Gelar Trauma Healing
Jadi pemulihan mental juga dibutuhkan ya?
Iya, bahkan menurut laporan lapangan dari berbagai lembaga humanitarian, banyak anak di pos pengungsian menunjukkan tanda stres seperti mudah menangis, takut berpisah dari orang tua, sulit tidur, hingga kehilangan konsentrasi belajar.
Bagaimana dengan pembelajaran di tenda-tenda pengungsian?
Pembelajaran di posko pengungsian tidak boleh disamakan dengan pembelajaran reguler. Fasilitas boleh sederhana, tapi pendekatannya harus ramah psikologis. Anak butuh aktivitas pemulihan, bukan tekanan.
Baca juga : Transmigrasi Modern Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru
Solusi dari Anda seperti apa?
Saya meminta Pemerintah Daerah menggandeng konselor sekolah, psikolog, relawan, dan tenaga pendidik untuk mengadakan kegiatan trauma healing, kelas kreatif, seni, dan permainan terstruktur.
Bagaimana dengan gurunya?
Guru bukan sekadar fasilitator pendidikan, mereka juga manusia yang terdampak langsung oleh bencana. Banyak guru di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Pasaman, Padang Pariaman, dan Deli Serdang, dilaporkan kehilangan rumah, kendaraan, dokumen pribadi, serta perlengkapan mengajar. Di sejumlah titik, guru mengajar di tenda darurat sambil tetap tinggal di pengungsian.
Baca juga : Gubernur-Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama
Trauma healing juga harus diberikan ke guru-gurunya ya?
Tentu, karena guru juga mengalami trauma. Ada guru yang kehilangan rumah dan asetnya, tapi tetap mengajar anak-anak di pengungsian. Stres mereka berat dan kita tidak boleh mengabaikan kondisi mereka. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 10 Desember 2025 dengan judul "Selain Bangun Sekolah Di Sumatera, Pemulihan Mental Guru Dan Murid Diharapkan Jadi Prioritas Utama, Kurniasih Mufidayati: Guru Dan Siswa Korban Butuh Trauma Healing"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.