Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu
- 7.643 Personel Gabungan Siap Amankan Zikir & Doa Kebangsaan di Monas
- Hoegeng Awards 2026, Kapolri: Teladani Hoegeng Lahirkan Polisi Berintegritas
- Kemenhaj: Sanksi Travel Nakal, Dicabut Izinnya Hingga Dipidana
- Wuling Aira EV Debut Di GIIAS, Dibanderol Mulai Rp 155 Juta
Beniyanto Tamoreka Dukung Pengembangan Motor Listrik Berbasis Hilirisasi Nikel
Sabtu, 1 Agustus 2026 11:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mendorong pengembangan motor listrik nasional berbasis baterai nikel produksi dalam negeri.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat hilirisasi mineral, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.
Beniyanto menilai, komitmen tersebut juga menunjukkan sinergi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia.
Baca juga : Bambang Patijaya Apresiasi Pengembangan Waste-to-Energy Lewat PSEL Legok Nangka
Karena itu, pengembangan motor listrik nasional harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun rantai nilai industri, mulai dari pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, industri baterai, manufaktur kendaraan listrik, hingga pengembangan ekosistem pendukung seperti infrastruktur pengisian daya dan industri komponen.
"Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM patut kita apresiasi karena menunjukkan arah kebijakan yang tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Dengan memanfaatkan baterai berbasis nikel produksi nasional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Inilah esensi hilirisasi, yakni menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam nasional," ujar Beniyanto, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan program motor listrik nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga harus ditopang penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.
Pemerintah, kata dia, perlu memastikan ketersediaan bahan baku, memperluas kapasitas industri baterai, mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta menciptakan iklim investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Baca juga : Dukung Pengembangan Hidrogen, Jamaluddin Malik: Teknologi dan SDM Jadi Kunci
Lebih lanjut, Beniyanto menilai kebijakan tersebut akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri manufaktur, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Selain itu, pengembangan motor listrik nasional juga membuka peluang lebih besar bagi daerah-daerah penghasil nikel, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan wilayah potensial lainnya, untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.
Rantai pasok tersebut mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, produksi material baterai, hingga pengembangan industri pendukung.
Dengan demikian, menurut Beniyanto, hilirisasi tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Baca juga : Cek Endra Dukung E10 untuk Kurangi Impor BBM dan Perkuat Ekonomi Rakyat
"Kami di Komisi XII DPR RI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang memperkuat hilirisasi sumber daya alam, transisi energi, dan pengembangan industri nasional. Kami berharap program motor listrik nasional dapat menjadi momentum untuk memperkokoh kemandirian industri Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil mineral, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat industri baterai dan kendaraan listrik dunia," tutup legislator asal Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya