Sebelumnya
Ada usulan agar Pemerintah dan DPR mengatur penerimaan mahasiswa baru di PTN. Menurutnya, penerimaan mahasiswa dalam jumlah besar oleh PTN berpotensi merusak keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi. Apa tanggapan Anda?
Kita harus melihatnya secara lebih struktural dan komprehensif, bukan hanya PTN, tetapi juga PTS. Ini merupakan persoalan tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini penting untuk melihat bagaimana tata kelola pembiayaan, baik PTN maupun PTS, serta mendorong peningkatan akreditasi dan kualitas.
Apakah benar PTS atau kampus swasta semakin sulit mendapatkan mahasiswa?
Fenomena ini memang sedang terjadi, terutama pada PTS menengah dan kecil. Hal ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang menempatkan PTN sebagai pilihan utama dan PTS sebagai alternatif ketika tidak diterima di PTN. Kondisi ini sudah lama terbentuk dalam persepsi masyarakat.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Perlu Diskusi Bersama DPR Dan Pemerintah
Apakah ini bagian dari tantangan bagi PTS?
PTS menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, terutama terkait persepsi kualitas yang masih timpang antara PTN dan PTS. Selain itu, ada PTS yang mengalami keterbatasan pembiayaan, terutama dalam sistem penggajian dosen yang sangat bergantung pada uang kuliah. Ketika jumlah mahasiswa sedikit, PTS akan mengalami kekurangan biaya yang signifikan. Ini menjadi dilema.
Apa yang dapat dilakukan oleh PTS di Indonesia?
PTS seharusnya membuka program studi dengan diferensiasi yang lebih beragam dan spesifik, bukan yang umum. Dengan demikian, PTS dapat menjadi alternatif melalui program studi yang khas dan sesuai kebutuhan, bukan sekadar menjadi miniatur PTN.
Baca juga : Senayan Puji Langkah BNI Jaga Kepercayaan Rakyat
Menurut Anda, apakah pembukaan prodi yang spesifik di PTS akan meningkatkan minat masyarakat?
Program studi yang spesifik dan sesuai kebutuhan pasar akan direspons lebih adaptif oleh masyarakat.
Bagaimana dengan usulan agar PTN lebih fokus pada riset?
Perlu kehati-hatian dalam implementasinya. Jangan sampai menciptakan stratifikasi bahwa PTN hanya untuk riset dan PTS hanya untuk pendidikan. Yang perlu didorong adalah diferensiasi berdasarkan kekuatan, keunikan, dan keunggulan masing-masing. NNM
Baca juga : Zulhas Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 21 April 2026 dengan judul "Dianggap Merusak Ekosistem Pendidikan, Penerimaan Mahasiswa Baru Di PTN Perlukah Dibatasi? Abdul Fikri Faqih: Perlu Diskusi Bersama DPR Dan Pemerintah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.