BREAKING NEWS
 

Wacana BGN Terapkan Sistem Prasmanan MBG Di Sekolah

Andhyka Muttaqin: Sistem Prasmanan Tak Menyelesaikan Masalah

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Minggu, 11 Oktober 2026 07:15 WIB
Andhyka Muttaqin, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Brawijaya. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penerapan sistem prasmanan.

Sistem ini dinilai mampu menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Langkah BGN ini pun menjadi perbincangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, sebanyak 60 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG menjadi lokasi uji coba (pilot project) inovasi tersebut. Uji coba mulai berjalan pada Senin (5/10/2026).

“Pada tanggal 5 ini, kita sudah melakukan uji coba di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Makanan dibawa dalam keadaan hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas. Ini sedang kita uji coba,” kata Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, @sudarusudaryono, Selasa (6/10/2026).

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Yang Pasti Harganya Tak Lagi Rp 10 Ribu

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, evaluasi dilakukan setiap hari dengan melibatkan SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba.

“Ini baru berjalan tiga hari sejak 5 Oktober. Evaluasi tentu kami lakukan setiap hari, baik terhadap SPPG maupun sekolah,” ujar Tysa, Rabu (7/10/2026), dikutip dari KONTAN.

Untuk memperkuat evaluasi, BGN juga menerjunkan tim ke sejumlah SPPG dan sekolah. Tim tersebut memeriksa pelaksanaan skema prasmanan, sekaligus memastikan pengisian format pelaksanaan berjalan sesuai dengan kebutuhan evaluasi.

“Saat ini, tim dari BGN tengah menyebar ke beberapa SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba untuk memeriksa pelaksanaan dan pengisian format pelaksanaan,” kata Tysa.

Baca juga : Saran Komisi IX DPR: Pilih Penentuan Nilai Lebih Tinggi

Selain belum merilis data hasil evaluasi, BGN juga belum mengumumkan secara terperinci daftar sekolah yang menjadi lokasi uji coba dari lebih dari 60 SPPG tersebut. BGN masih melakukan pemantauan di sejumlah SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba dalam beberapa hari ke depan untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih lengkap.

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendukung langkah Pemerintah yang mewacanakan penerapan sistem prasmanan dalam distribusi MBG. Menurut dia, sistem prasmanan dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas memadai.

“Pemberian makanan bisa dilakukan secara prasmanan di dapur masing-masing yang lokasinya tidak berjauhan,” ujar Irma Suryani kepada Rakyat Merdeka, Jumat (9/10/2025).

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Brawijaya, Malang, Andhyka Muttaqin berpandangan wacana penerapan sistem prasmanan berpotensi memperbaiki pengalaman makan siswa, memberikan keleluasaan dalam mengambil makanan, dan mengurangi sisa makanan. Namun, menurut dia, sistem prasmanan belum menyelesaikan persoalan utamanya.

Baca juga : Budi Gunadi Ajak Investor Garap Pasar Kesehatan RI

“Pemerintah harus memprioritaskan pembenahan tata kelola MBG agar program ini benar-benar aman, bergizi, akuntabel, dan mampu memperoleh kembali kepercayaan masyarakat,” jelas Andhyka kepada Rakyat Merdeka melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/10/2026).

Adsense

Untuk mengetahui pandangan Andhyka Muttaqin mengenai wacana distribusi MBG dengan sistem prasmanan, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense