Baru saja kita merayakan HUT ke-79 RI, Agustus lalu. Alhamdulillah ada kabar baik bagi negeri tercinta ini, yaitu adanya putera bangsa, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) E Aminudin Aziz, yang masuk sebagai salah satu dari 100 Orang yang Paling Berpengaruh dalam Kecerdasan Buatan versi Majalah TIME. Pengumuman tersebut dilansir pada 5 September 2024, pukul 20.00 waktu Amerika Serikat melalui https://time.com/time100ai.
Siapakah sosok E Aminudin Aziz? Rupanya dia bukan ahli IT (Informasi Tekonologi) atau ahli komputer. Tapi kok bisa yang bersangkutan terpilih sebagai Orang yang Paling Berpengaruh dalam Artifial Intelegence (AI) atau Kecerdasan Buatan versi Majalah TIME? Terplihihnya E. Aminudin Aziz sebagai salah satu dari 100 Orang yang Paling Berpengaruh dalam Kecerdasan Buatan versi Majalah TIME pada tahun ini bukan secara ujug-ujug atau dalam proses instan seperti fenomena politik.
Berawal dari Merdeka Belajar Episode 17 dan Keprihatinan Akan Eksistensi Bahasa Daerah
Baca juga : Setelah Diperpanjang, 41 Daerah Tetap Lawan Kotak Kosong
Jika kita telisik lebih jauh, Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim telah dan terus mengupayakan berbagai inisiatif untuk mendorong pemajuan kebudayaan. Jika kita lihat ke belakang, dua tahun lalu Mas Menteri telah mengeluarkan kebijakan Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Episode 17 yang diluncurkan pada Februari 2022. Pelan tapi pasti, program ini telah memberikan manfaat dan dampak besar dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah di seluruh Indonesia.
Menurut E Aminudin Aziz, kebijakan tersebut muncul dari keprihatinan akan kualitas dan kuantitas bahasa daerah yang mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Bak gayung bersambut, Nadiem Makarim ternyata memiliki kekhawatiran yang sama, yang akhirnya memberikan arahan kepada Badan Bahasa untuk melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah yang tidak hanya berfokus pada pelestarian bahasa daerah tetapi juga pengembangan dan peningkatan relevansinya.
Sebetulnya, keprihatinan yang dirasakan E. Aminudin Aziz dan Mas Menteri menjadi keprihatinan kita semua, terutama generasi orang tua yang merantau dari daerah asal dan memiliki anak di kota besar. Nyaris anak mereka sulit jika bukan malah tidak memiliki sama sekali kecakapan dalam berbahasa daerah seperti orang tuanya. Laju urbanisasi yang semakin massif memang faktanya menjadi salah satu penyebab menurunnya penutur Bahasa daerah.
Baca juga : Penuhi Kebutuhan Masyarakat Daerah, BMH Kenalkan program Upgrading Dai
Penggunaan AI dan Prospek Bahasa Daerah
Untuk menjawab keprihatinan tersebut, E Aminudin Aziz melakukan terobosan mutakhir dengan mendokumentasikan buku-buku bacaan, tata bahasa, kamus, dan sebagainya, baik dalam bentuk cetak maupun berbentuk digital yang berkaitan dengan bahasa daerah dengan mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Dengan AI, menurut E Aminudin Aziz, yang bisa digunakan untuk penerjemahan bahasa dan dengan tersedianya big data dan sudah ada korpus (kumpulan ujaran) dalam berbagai bahasa daerah, maka kita juga bisa dengan mudah mengetahui arti dan mempelajari berbagai bahasa daerah. Hal ini tentu menjadi angina segar bagi kita semua yang memiliki keprihatinan yang sama akan menurunnya penutur bahasa daerah.
Baca juga : Menko Hadi Bahas Risiko Medsos Dengan Media Jelang Pilkada
Tidak hanya itu, dengan pengoptimalan AI, bahasa daerah yang kita miliki tidak hanya dapat dipelajari oleh masyarakat Indonesian, namun juga dunia. Bahasa daerah akan menjadi aset penting bangsa, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang linguistik dan kesusastraan maupun dalam dunia parawisata.
Dengan mengoptimalkan AI, turis asing akan semakin mudah mempelajari bahasa daerah di tempat wisata yang mereka tuju dan akan mudah berinteraksi dengan warga lokal. Dengan prospek yang cerah ini, maka tak heran sosok E Aminudin Aziz, yang lahir di Ciamis, Jawa Barat, masuk sebagai salah satu dari 100 Orang yang Paling Berpengaruh dalam Kecerdasan Buatan versi Majalah TIME. Sekali lagi selamat Pak Aminudin Aziz, Bahasa Daerah Kita Mendunia dan menjadi aset bangsa.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.