Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kisruh Dinamika Pilkada
Demokrat Usulkan SBY Bisa Menjadi Penengah
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat menilai perlu penengah atas keruwetan dinamika syarat Pilkada yang berujung demonstrasi di berbagai daerah. Partai berlambang bintang mercy ini, mengusulkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjembatani komunikasi Mahkamah Konstitusi (MK), DPR dan Pemerintah.
“Kita butuh tokoh bangsa. Mungkin enggak enak, kalausaya yang ngomong. Tapi mungkin Pak SBY yang paling pas, ya kan?" ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, kemarin.
Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, sosok SBY adalah salah satu tokoh bangsa yang mumpuni memediasi persoalan ini. SBY, dianggap sebagai sosok penengah bakal menjadi mediator antara Presiden Joko Widodo, DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Jadi, kekisruhan yang terjadi akibat pertarungan tajam antara lembaga negara yang ada sekarang, terutama di bidang hukum. MA, MK, dan pembentuk Undang-undang dalam hal ini DPR,” katanya.
Baca juga : Pelaku Pasar Pantau Aksi Darurat Indonesia
Analisanya, di situasi seperti ini diperlukan sosok penengah demi menciptakan iklim politik yang kondusif. Diyakini Benny, situasi politik harus terjaga karena Indonesia sedang dalam masa transisi politik dari pemerintahan Jokowi ke Prabowo Subianto.
"Sosok penjembatan ini, demi bangsa dan negara, demi menciptakan iklim yang kondusif untuk tahapan politik. Apalagi, ini kan hasil transisi politik. Kita mau transisi ini berlangsung damai," katanya.
Menurut Benny, kekisruhan itu nantinya dikhawatirkan akan mengganggu keamanan politik bangsa dan tahapan Pilkada. Karena itu, nantinya harus segera ditunjuk sosok penengah menyelesaikan masalah tersebut.
"Apabila kekisruhan tidak segera diredam maka tentu akan mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas politik. Ya kan, akan mengganggu tahapan-tahapan Pilkada, dan mood masyarakat terganggu harus ada penengah di sini," jelasnya.
Baca juga : Banteng Pede, Ngusung Kader Sendiri Di Bali
Harapannya, persoalan ini bisa diselesaikan sebelum pendaftaran Pilkada 2024. Vokalis Demokrat di Senayan itu khawatir, tidak ada kepastian hukum dalam pelaksanaan Pilkada di Indonesia.
Konflik ini dia nilai sudah kronis, karena pembentuk undang-undang ini, menurut Benny, sudah lama. “Kan (DPR) sudah lama kesal dengan MK. MK terkesan mengambil alih kewenangan pembentuk undang-undang. Padahal pembentuk undang-undang itu ada di Presiden dan DPR. Kewenangan MK hanya menyatakan norma atau undang-undang bertentangan dengan konstitusi. Titik," jelasnya.
Meski dinilai sosok bangsa yang bisa menjembatani masalah ini SBY, namun, dia menyerahkan siapapun yang dianggap pas untuk menyelesaikan masalah ini. “Demi bangsa dan negara, demi menciptakan iklim yang kondusif. Apalagi ini masa transisi. Kita mau transisi ini berlangsung damai," pungkasnya.
Diketahui, situasi politik kini memanas setelah DPR mendadak merevisi UU Pilkada secara mendadak pada Rabu (21/8/2024) kemarin, satu hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus judicial review Undang-Undang Pilkada.
Baca juga : Awas, Barang Impor Diklaim Produk Lokal
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 23 Agustus 2024 dengan judul Kisruh Dinamika Pilkada, Demokrat Usulkan SBY Bisa Menjadi Penengah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.