BREAKING NEWS
 

Seminar Parenting Ersa Mayori & Shahnaz Haque, Bekal Fondasi Anak Di Era Digital

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 30 Agustus 2025 15:55 WIB
Shahnaz Haque (ketiga kiri) dan Ersamayori (tengah) di acara seminar membangun fondasi dan karakter anak di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Dok. SD Muhammadiyah 5)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mendidik anak di era digital menjadi tantang tersendiri bagi orang tua zaman sekarang. SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru berkolaborasi dengan Komite menghadirkan seminar Parenting "Membangun Fondasi dan Membentuk Karakter Anak yang Kuat di Era Digital" dengan nara sumber Shahnaz Haque dan moderator Ersa Mayori di Sporthall Li-ben School, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

"Dalam kegiatan Komite, kami tidak hanya men-support anak tapi juga untuk ayah bunda. Maka dari itu kami menghadirkan seminar membangun fondasi dan karakter anak ini," ujar Ketua Komite SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Indah, Sabtu (30/8/2025).

"Kegiatan parenting kerja sama sekolah dan komite yang dihadiri para guru, orang tua dan juga masyarakat adalah bentuk kerja sama maksimal semua pihak dalam rangka melahirkan generasi emas," ujar Kepala Sekolah SDN Muhammadiyah 5 Jakarta Ali Yusuf Syakir, Sabtu (30/8/2025).

Sementara itu Ersa Mayori sebagai moderator mengatakan era digital memiliki tantangan yang lebih kompleks.

"Dulu orang tua kita fokusnya hanya pada kesehatan, pendidikan bagus, menjadi anak yang santun. Fokusnya hanya pada dunia nyata. Tapi saat ini kemajuan teknologi membawa banyak peluang tapi juga banyak hal negatif. Nah seminar ini bertujuan agar anak bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan juga mampu menghindar dari efek negatifnya," ujar Ersa.

Baca juga : Bakal Kembali Periksa Lisa Mariana, KPK: Kemarin Kondisinya Kurang Fit

Sebagai pemateri, Shahnaz Haque pertama-tama menekankan pentingnya mengenal daya tangkap anak.

"Anak-anak kita memiliki daya tangkap yang berbeda. Misal kakaknya bisa saja daya tangkapnya 10 persen sedangkan adiknya 30 persen," ujarnya.

Lebih lanjut Shahnaz mengatakan, gelombang otak itu bisa menerima informasi atau materi itu selama 3 minggu atau 21 hari.

Adsense

"Nah setelah 21 hari, ada 90 hari lagi. Jadi total 111 hari si anak bisa mencerna sebuah informasi," ujar Shahnaz.

Shahnaz menambahkan, tanda bagaimana kita tahu bahwa anak bisa mengerti materi tersebut adalah di hari ke-66.

Baca juga : Bicara dari Hati ke Hati, Perempuan dan Anak Jadi Prioritas Cece Dessy

"Kalau di hari ke-66 anak tidak mengeluh berarti lanjutkan. Tapi kalau mengeluh, berarti dia tidak suka dan tidak usah dilanjutkan. Kita bisa cari materi lain yang dia suka," ujar Shahnaz.

Dari sini, lanjut Shahnaz, kita bisa melihat hal apa atau bidang apa yang anak sukai.

"Kita harus cari dulu semangat anak kita di bidang apa. Dari situ kita bisa memanfaatkan teknologi yang saat ini sudah maju. Misal anak kita suka gambar, kita bisa memanfaatkan teknologi atau fitur menggambar yang ada di smartphone sehingga anak kita bisa menguasainya dengan baik. Jadi yang harus kita manfaatkan teknologinya dan yang harus kita pantau atau kurangi itu media sosialnya," ujar Shahnaz.

Yang kedua dan penting untuk dibagikan, Shahnaz mengatakan bahwa orang tua harus mengerti bahwa ada 3 tipe anak. Yang pertama adalah visual, kedua adalah auditory dan ketiga kinestetik.

"Kita juga harus mengenal anak kita ada di tipe yang mana," ujar Shahnaz.

Baca juga : Panggil Lisa Mariana, KPK Bakal Konfirmasi Aliran Uang Kasus BJB

Hal penting ini karena menurut Shahnaz bisa membuat anak kita terhindar dari cyber bullying.

"Dengan perlakuan yang tepat kita bisa membuat anak lebih nyaman dan terhindar dari cyber bullying. Misal anak visual dia lebih suka melihat atau membaca ketimbang mendengar," ujarnya.

"Misal kalau kita mau whatsapp, anak kita lebih suka di-chat ketimbang ditelp. Beda dengan tipe auditory, dia lebih buka ditelp atau menggunakan voice note. Ada lagi tipe anak yang kinestetik yaitu anak yang aktif bergerak. Biasanya kalau anak seperti ini lebih baik kita biarkan dan awasi sehingga dia bisab belajar dari kesalahannya sendiri ketimbang kita larang," pungkas Shahnaz.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense