BREAKING NEWS
 

UNAS Tegas Tolak Rasisme, Junjung Tinggi Nilai Kebhinekaan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 7 November 2025 17:33 WIB
Jajaran Komisi Disiplin UNAS bersama Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Jabodetabek sepakat menyelesaikan masalah ujaran rasisme usai kedua belah pihak melakukan dialog bersama, di Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: Dok. Unas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Nasional (UNAS) menegaskan komitmennya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan menolak segala bentuk tindakan rasisme di lingkungan akademik. UNAS memandang perbedaan sebagai kekayaan yang harus dihormati, bukan dijadikan alasan untuk memecah persatuan. Sikap saling menghargai dan menghormati menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas sivitas akademika.

Setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di UNAS memiliki kewajiban menjaga sikap toleransi dalam kehidupan kampus. "Tidak ada ruang bagi ujaran kebencian, diskriminasi, atau tindakan yang merendahkan kelompok tertentu. UNAS terus berupaya menciptakan suasana akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya,” kata Juru Bicara UNAS, Selamat Ginting, di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Rektor UNAS itu menjelaskan, sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, UNAS membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menempuh pendidikan tanpa memandang Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Prinsip kesetaraan menjadi dasar dalam penerimaan mahasiswa dan seluruh proses akademik. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, UNAS bertekad melahirkan generasi yang berpikir terbuka dan menghargai keberagaman.

Melalui dialog terbuka yang dimonitor Rektorat UNAS pada Kamis (6/11/2025), pertemuan digelar bersama perwakilan Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua (IMAPA) se-Jabodetabek, keluarga mahasiswa, dan pihak universitas. Dialog ini menjadi tindak lanjut dari persoalan yang sempat muncul pada Senin (3/11/2025).

Baca juga : Kebijakan Pangan Sudah Bagus

“UNAS secara persuasif dan kekeluargaan telah menyelesaikan persoalan tersebut. Pertemuan ini bukti nyata bahwa kampus membuka ruang komunikasi yang solutif, berkeadilan, dan berlandaskan kemanusiaan,” ujar Selamat Ginting.

Dalam pertemuan itu, perwakilan mahasiswa Papua di UNAS, Sesilius Maubak dan Semifon Arikson Kambue selaku Ketua IMAPA se-Jabodetabek, menyampaikan apresiasi kepada UNAS yang telah memfasilitasi penyelesaian masalah dengan baik.

Adsense

“Mereka menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk rasisme yang dapat memecah belah bangsa. Harapannya, UNAS dapat menjadi contoh bagi kampus lain dalam memberikan rasa aman dan adil bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang suku, ras, bahasa, maupun agama,” jelasnya.

Menurut Selamat, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh sivitas akademika agar tidak menoleransi tindakan diskriminasi, kekerasan, maupun ujaran kebencian di lingkungan kampus. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai prosedur dengan tetap menjamin hak korban untuk melanjutkan pendidikan.

Baca juga : MODENA Kenalkan Produk AC Pertama, yang Tangguh di Segala Cuaca

Kasus yang terjadi, katanya, berawal dari kesalahpahaman komunikasi di group WhatsApp tugas mata kuliah yang tanpa sengaja memunculkan narasi berpotensi rasis. Persoalan itu telah diselesaikan melalui musyawarah yang melibatkan pimpinan fakultas, program studi, dosen pembimbing akademik, dosen pengampu, serta mahasiswa terkait.

Semangat kekeluargaan juga ditegaskan oleh Sekjen Papua Connect, Pace Cang Waicang, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dia melihat UNAS telah memberikan solusi yang adil dan bermartabat untuk semua pihak.

"Harapan kami, UNAS menjadi pionir dalam mendukung mahasiswa Papua meraih cita-cita dan berkontribusi bagi Indonesia. Terima kasih kepada pihak UNAS atas komitmen dan keterbukaannya,” ucapnya.

Selamat menambahkan, UNAS terus memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan antarwarga kampus melalui kegiatan lintas budaya dan pembelajaran multikultural.

Baca juga : Juventus Dan AC Milan Berbagi Poin, Napoli Menang

“Kegiatan ini kami lakukan secara konsisten sejak Pengenalan Lingkungan Budaya Akademik (PLBA), perkuliahan multikulturalisme, hingga diskusi interaktif lintas budaya. Tujuannya agar mahasiswa memahami pentingnya hidup berdampingan dalam perbedaan dan memperkuat rasa kebersamaan sejak awal bergabung di kampus,” tutup Selamat Ginting.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense