BREAKING NEWS
 

BEM Unsri hadirkan Homedrycoffee & pengolahan limbah kopi di Pajar bulan, Lahat

Writer : Bagus Satrio
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 5 Desember 2025 22:02 WIB
Home dry coffee (Foto: Dok. Bagus Satrio)

Tim pengabdian masyarakat dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya (BEM Unsri) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang didanai DPPM-Kemdiktisaintek, selama 3 pekan (20 Oktober- 8 November) di Desa Pajar Bulan, Kabupaten Lahat. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengeringan kopi dan limbah kopi di desa tersebut.

Desa Pajar Bulan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta dengan potensi panen yang cukup besar. Namun, proses pengeringan biji kopi masih dilakukan secara tradisional dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. Cara ini sangat bergantung pada cuaca, sehingga saat musim hujan proses pengeringan menjadi lambat dan berisiko menurunkan kualitas biji kopi.

Baca juga : Tumbuh Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI, Pundi Craft Dukung Kerajinan Lokal

Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdi menghadirkan inovasi “Home Dry Coffee” berbasis Solar Dryer — sebuah rumah pengering kopi tertutup dengan dinding Polycarbonat yang mampu menangkap dan menahan panas matahari di dalam ruangan. Sistem ini dilengkapi panel surya dan kipas pengering untuk menjaga sirkulasi udara panas tetap merata. Dengan suhu mencapai 40–50°C, proses pengeringan dapat dipercepat dari 14 hari menjadi hanya 10 hari, dengan hasil yang lebih bersih, kering merata, dan higienis.

Adsense

Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik cair. Limbah kopi yang biasanya dibuang kini diolah melalui proses fermentasi sederhana menggunakan campuran air bersih, gula merah, dan larutan EM4. Dalam waktu sekitar 8–10 hari, limbah tersebut berubah menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tanaman, seperti kopi, kakao, maupun tanaman buah.

Baca juga : Tok! MK Tolak Gugatan Mahasiswa Soal Masa Jabatan Kapolri

Melalui penerapan dua inovasi ini, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, berhasil memberikan dampak positif bagi petani lokal. Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan mutu pascapanen kopi, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta mendorong kemandirian masyarakat desa dalam menerapkan teknologi tepat guna.

Program ini diinisiasi berdasarkan riset untuk memberikan dampak kebermanfaatan untuk masyarakat. Program ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan menyatu dengan masyarakat secara langsung.

Warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif tim mahasiswa karena program ini, mereka tidak perlu lagi takut akan cuaca buruk dan sekarang memiliki kopi yang lebih baik, mereka juga dapat membuat pupuk sendiri dari bahan yang sebelumnya dianggap sampah tanpa nilai.

Baca juga : 139 Tim Mahasiswa Adu Inovasi di Hackathon Sawit Nasional 2025

“Kami sangat berterima kasih dengan datangnya mahasiswa Unsri, memotivasi warga dalam pembuatan pupuk cair organik dan juga membantu dengan dibangunnya rumah pengeringan kopi,” ungkap Sukayat, salah satu warga.

“Senang bisa belajar dengan mahasiswa Unsri membuat pupuk dari limbah kopi, yang bermanfaat agar tanaman menjadi segar dan subur,” tambah warga lainnya.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense