Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Hadirkan Energi Hijau Untuk Pemberdayaan ODGJ Di Bandung
Jumat, 7 November 2025 12:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di sebuah sudut Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, suara mesin bengkel berpadu dengan tawa semangat para pekerja. Namun yang membuat tempat ini istimewa bukan hanya jasa servis dan cuci motornya, melainkan energi dan harapan baru yang lahir dari Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina melalui inisiatif Jiwa Berdaya.
Pada tahun 2025, Pertamina menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh untuk mendukung operasional bengkel dan tempat cuci motor yang dikelola komunitas setempat. Di balik program ini terdapat misi sosial mulia, yakni memberdayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih agar dapat kembali produktif dan diterima masyarakat.
Sebelumnya, kegiatan bengkel berjalan sederhana dengan peralatan terbatas dan biaya listrik tinggi. Kini, berkat pemanfaatan energi surya, biaya operasional dapat ditekan hingga Rp 13,9 juta per tahun, memungkinkan bengkel berkembang sekaligus memperluas manfaat sosialnya.
Baca juga : Tingkatkan Layanan Energi Masyarakat, PGN Dorong Pemanfaatan CNG
“Untuk menghemat biaya, dulu kami sering menghentikan pekerjaan saat malam hari. Sekarang, dengan tenaga surya, kami bisa bekerja lebih lama, bahkan membantu penerangan lampu jalan di sekitar bengkel,” ujar Heri, anggota tim Jiwa Berdaya yang juga penyintas ODGJ.
PLTS tidak hanya menyalakan bengkel, tapi juga menyalakan kehidupan. Program ini kini melibatkan 14 Sobat Jiwayang telah pulih, 20 warga sekitar, serta memberikan manfaat tidak langsung bagi 70 orang lainnya. Dari jasa servis dan cuci motor, ditambah penjualan pelumas Pertamina, kelompok ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan hingga Rp 40–50 juta per tahun.
Tak berhenti di situ, Jiwa Berdaya juga tengah menyiapkan kantin dan galeri produksi untuk memperluas usaha. Seluruh kegiatan didukung teknologi tepat guna seperti panel surya untuk lampu jalan, peralatan bengkel listrik berbasis energi surya, serta sistem filter air daur ulang agar kegiatan mencuci motor lebih ramah lingkungan.
Baca juga : Pertamina EP Dukung Kemitraan Baru Di Ajang ADIPEC 2025 Abu Dhabi
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa inisiatif seperti Jiwa Berdaya membuktikan energi hijau dapat menjadi sarana pemulihan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Energi terbarukan bukan hanya soal keberlanjutan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Program ini membuktikan bahwa energi bisa memulihkan semangat dan menghapus stigma yang melekat pada seseorang,” ujarnya.
Selain berdampak sosial, pemanfaatan PLTS juga memberikan manfaat lingkungan. Setiap tahun, bengkel Jiwa Berdaya mampu menurunkan emisi karbon hingga 9,06 ton CO₂ek, setara dengan menanam 2.265 pohon.
Baca juga : BNI Raih Penghargaan atas Kontribusi dalam Pemberdayaan UMKM & Keuangan Inklusif
Dari bengkel kecil di Bandung Barat ini tumbuh semangat besar: bahwa dengan energi bersih dan kepedulian sosial, siapa pun bisa kembali berdaya. Jiwa Berdaya bukan sekadar bengkel, tetapi simbol kebangkitan — bukti bahwa energi hijau Pertamina mampu menyalakan harapan, kerja, dan kehidupan.
Sebagai perusahaan pemimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya