BREAKING NEWS
 

Asap yang Tak Terlihat, Dampak yang Terasa

Writer : IKM10 UINSU ST'26 F
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 17 September 2026 13:33 WIB
Ilustrasi dampak asap rokok bagi perokok pasif. (Gambar dibuat dengan Gemini)

Asap rokok sering kali dianggap sebagai bagian biasa dari kehidupan sehari-hari. Di tempat makan, lingkungan rumah, hingga ruang terbuka, keberadaan perokok masih mudah ditemukan. Bagi sebagian orang, merokok mungkin sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Namun, di balik asap yang terlihat mengepul, ada persoalan kesehatan yang tidak selalu terlihat secara langsung. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh perokok, tetapi juga oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.

Orang yang tidak merokok tetapi ikut menghirup asap rokok disebut perokok pasif. Mereka dapat terpapar asap ketika berada dekat dengan perokok, baik di rumah maupun di tempat umum. Hal ini tentu menjadi perhatian karena setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk udara yang bebas dari asap rokok.

Paparan asap rokok menjadi lebih mengkhawatirkan jika terjadi berulang kali. Rumah, misalnya, seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga. Namun, jika ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, anggota keluarga lainnya dapat ikut terkena paparan asap. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena mereka belum tentu dapat menghindari kondisi tersebut.

Baca juga : Kesadaran Hidup Sehat Dimulai dari Diri Sendiri

Masalah rokok tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan seseorang, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pencegahan perlu dilakukan sebelum masalah kesehatan muncul. Karena itu, upaya mengurangi dampak rokok tidak cukup hanya dengan meminta seseorang untuk berhenti merokok. Edukasi, penyuluhan, dan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat juga diperlukan.

Adsense

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan kawasan tanpa rokok. Aturan ini dapat diterapkan di tempat-tempat tertentu, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, kampus, dan ruang publik. Tujuannya bukan sekadar melarang seseorang merokok, tetapi juga memberikan perlindungan kepada orang lain agar tidak ikut menghirup asap rokok. Dengan adanya aturan yang jelas dan kesadaran dari masyarakat, lingkungan yang lebih sehat dapat diwujudkan.

Peran tenaga kesehatan masyarakat juga tidak kalah penting. Tenaga kesehatan tidak hanya berperan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga dalam memberikan informasi dan mendorong masyarakat untuk melakukan pencegahan. Promosi kesehatan tentang bahaya rokok dapat dilakukan melalui penyuluhan, media sosial, lingkungan sekolah, maupun kegiatan masyarakat. Cara penyampaian yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah memahami pesan kesehatan.

Baca juga : Diplomasi Kesehatan RI Berbuah Cuan

Menciptakan lingkungan bebas asap rokok tentu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pemerintah perlu bekerja sama. Kebiasaan untuk tidak merokok di dalam rumah, tidak merokok di tempat umum, serta menghormati orang lain yang tidak merokok merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai dari diri sendiri. Hal sederhana seperti ini sering dianggap sepele, padahal jika dilakukan bersama-sama dapat memberikan perubahan yang cukup berarti bagi lingkungan.

Pada akhirnya, asap rokok mungkin hanya terlihat beberapa saat setelah mengepul di udara. Namun, dampaknya tidak selalu hilang secepat asap tersebut. Karena itu, persoalan rokok perlu dipandang sebagai masalah bersama, bukan hanya urusan perokok. Menjaga udara tetap bersih merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Sebab, lingkungan yang sehat bukan hanya dibutuhkan oleh mereka yang memilih untuk tidak merokok, tetapi oleh semua orang.

Artikel ini ditulis oleh Nafisa Luthfi Azizah, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense