Dark/Light Mode

Kurangnya Kesadaran terhadap Kebersihan Lingkungan

Rabu, 16 September 2026 17:09 WIB
Ilustrasi kurangnya kesadaran mengenai kebersihan. (Gambar dibuat dengan Gemini)
Ilustrasi kurangnya kesadaran mengenai kebersihan. (Gambar dibuat dengan Gemini)

Kebersihan lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat, nyaman, dan aman. Lingkungan yang bersih dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan maupun bagi kualitas hidup masyarakat. Namun, pada kenyataannya, masih banyak ditemukan lingkungan yang kurang terjaga akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Permasalahan seperti membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kebersihan fasilitas umum, serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan masih sering terjadi di berbagai wilayah.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa membuang sampah sembarangan merupakan hal yang biasa, terutama ketika tidak tersedia tempat sampah di sekitar mereka. Selain itu, kurangnya pengetahuan mengenai dampak sampah terhadap lingkungan juga menjadi salah satu penyebab rendahnya kepedulian masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, tersumbatnya saluran air, hingga menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit.

Baca juga : Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Generasi Muda?

Selain faktor individu, kondisi lingkungan dan fasilitas yang tersedia juga dapat memengaruhi perilaku masyarakat. Ketersediaan tempat sampah, sistem pengangkutan sampah, serta pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih. Apabila fasilitas tersebut tidak memadai, masyarakat akan mengalami kesulitan dalam membuang dan mengelola sampah dengan baik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Dampak dari rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan yang kotor dapat mengurangi kenyamanan masyarakat serta mengganggu keindahan suatu wilayah. Penumpukan sampah juga dapat menyebabkan saluran air tersumbat sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir ketika hujan turun. Selain itu, lingkungan yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Yuke Minta APBD Perubahan 2026 Fokus Bereskan Banjir Dan Sampah

Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Pendidikan mengenai pengelolaan sampah, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta melakukan pemilahan sampah, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kerja bakti dan gotong royong juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Dengan adanya kesadaran dan partisipasi dari seluruh masyarakat, kebersihan lingkungan dapat lebih mudah diwujudkan. Setiap individu perlu memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan bersama. Perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga fasilitas umum. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi kehidupan bersama.

Baca juga : Sampah Di Bantargebang Susut, Di Jakarta Numpuk

Artikel ini ditulis oleh Nabila Cahyani, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU ST'26 F
IKM10 UINSU ST'26 F
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.