Genangan air yang terlihat sederhana di sekitar rumah menyimpan bahaya tersembunyi. Air yang tertampung di ember, pot bunga, kaleng bekas, ban, atau wadah lainnya justru dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Ketika lingkungan tidak diperhatikan, hal kecil tersebut dapat menjadi awal munculnya ancaman demam berdarah dengue (DBD) bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk tersebut banyak ditemukan di lingkungan yang dekat dengan tempat tinggal manusia dan dapat berkembang pada berbagai wadah yang berisi air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa pengurangan tempat bertelur nyamuk merupakan salah satu langkah utama untuk menekan jumlah nyamuk dan risiko penularan dengue. Wadah yang menampung air perlu dikosongkan, dibersihkan, dan ditutup secara rutin.
Baca juga : Pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat di kalangan Remaja
Di Indonesia, salah satu upaya yang terus didorong untuk mencegah DBD adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa 3M mencakup menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tersebut bertujuan untuk memutus siklus perkembangan nyamuk sejak masih berupa telur dan jentik.
Penerapan 3M Plus tidak berhenti pada tiga kegiatan tersebut. Bagian “Plus” dapat dilakukan melalui berbagai kebiasaan tambahan, seperti menggunakan obat antinyamuk, memakai kelambu ketika diperlukan, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, serta memperhatikan ventilasi dan kondisi lingkungan rumah. Kementerian Kesehatan juga mendorong gerakan satu rumah satu Jumantik agar masyarakat dapat melakukan pemantauan jentik secara lebih rutin.
Baca juga : Kualitas Udara Tentukan Kesehatan Hidup Masyarakat
Sayangnya, masih ada anggapan bahwa fogging merupakan cara utama untuk memberantas DBD. Padahal, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa fogging bukan strategi utama dalam pencegahan. Fogging terutama ditujukan untuk mengendalikan nyamuk dewasa pada situasi tertentu, sedangkan telur dan jentik yang berada di tempat perkembangbiakan tetap perlu diberantas. Oleh sebab itu, menjaga lingkungan dan menghilangkan sarang nyamuk menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD.
Penerapan 3M Plus membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Membersihkan bak mandi, memeriksa tempat penampungan air, membuang barang yang dapat menampung air hujan, serta menjaga halaman tetap bersih mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana. Namun, apabila dilakukan oleh banyak keluarga secara rutin, tindakan tersebut dapat membantu mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa PSN perlu ditingkatkan terutama ketika musim hujan dan pancaroba karena kondisi tersebut dapat meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Baca juga : Fogging Bukan Satu-satunya: Peran Masyarakat Dalam Mencegah Demam Berdarah
Dengan demikian, pencegahan DBD tidak seharusnya baru dilakukan setelah muncul kasus di lingkungan sekitar. Masyarakat perlu menjadikan 3M Plus sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran setiap keluarga untuk menjaga lingkungan dapat menjadi langkah sederhana dalam memutus perkembangbiakan nyamuk. Nyamuk memang berukuran kecil, tetapi ancaman yang ditimbulkannya tidak kecil. Karena itu, mencegah DBD dapat dimulai dari hal sederhana: membersihkan lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara rutin.
Artikel ini ditulis oleh Putri Cinta Lestari, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Nabila Atika Rahma, Peggi Aulia, Lattansabila Lubis, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadillah Pasaribu, dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.