Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dampak Kurang Tidur terhadap Kesehatan dan Aktivitas Mahasiswa
Senin, 21 September 2026 18:39 WIB
Pernahkah Anda merasa sulit berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan setelah tidur larut malam? Bagi sebagian mahasiswa, begadang seolah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tugas yang menumpuk, kegiatan organisasi, pekerjaan sampingan, hingga kebiasaan menggunakan media sosial sering membuat waktu istirahat semakin berkurang. Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk memejamkan mata, melainkan kebutuhan penting bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan diri. Kebiasaan kurang tidur yang terus berlangsung dapat memberikan dampak bukan hanya kepada mahasiswa secara pribadi, tetapi juga terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik. Ketika tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, seseorang dapat merasa lebih mudah lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut tentu dapat menghambat proses memahami materi perkuliahan maupun menyelesaikan tugas. Dalam jangka panjang, pola tidur yang tidak teratur juga dapat membuat mahasiswa kesulitan menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik, organisasi, keluarga, dan kehidupan sosial.
Baca juga : Faktor Manusia dalam Kerja
Dampaknya tidak berhenti pada aktivitas belajar. Mahasiswa yang kurang tidur dapat menjadi lebih mudah tersinggung, kurang sabar, atau mengalami perubahan suasana hati. Hal ini dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman maupun orang-orang di sekitarnya. Dalam kegiatan kelompok, misalnya, rasa lelah dan sulit berkonsentrasi dapat membuat mahasiswa kurang aktif berkontribusi. Jika kebiasaan tersebut terjadi secara terus-menerus, suasana kerja sama di lingkungan kampus juga dapat ikut terganggu.
Ironisnya, sebagian mahasiswa justru menganggap begadang sebagai hal yang biasa, bahkan sebagai tanda produktif. Menyelesaikan tugas hingga dini hari memang terkadang tidak dapat dihindari, tetapi menjadikan kurang tidur sebagai kebiasaan bukanlah pilihan yang baik. Produktivitas tidak selalu ditentukan oleh seberapa lama seseorang terjaga, melainkan bagaimana ia mampu mengatur waktu dan menggunakan energi secara bijaksana. Menyelesaikan tugas dengan manajemen waktu yang baik tentu lebih sehat daripada terus-menerus mengorbankan waktu tidur.
Baca juga : Maag dan Kebiasaan Makan Tidak Teratur: Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi
Menurut hemat saya, menjaga pola tidur merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa perlu mulai membiasakan diri membuat jadwal kegiatan, menentukan prioritas tugas, membatasi penggunaan gawai menjelang tidur, serta memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup. Lingkungan kampus juga dapat berperan dengan membangun budaya akademik yang tidak menganggap begadang sebagai sesuatu yang patut dibanggakan. Dosen, teman sebaya, dan organisasi mahasiswa dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendorong keseimbangan antara prestasi dan kesehatan.
Tidur yang cukup bukanlah bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap siap menjalani aktivitas. Mahasiswa yang mampu menjaga waktu istirahat akan lebih berpeluang menjalani perkuliahan dengan fokus, berinteraksi dengan lebih baik, dan beraktivitas secara optimal. Karena itu, sudah saatnya begadang tidak lagi dianggap sebagai hal sepele. Di tengah tuntutan kehidupan mahasiswa yang semakin beragam, menjaga tidur berarti menjaga kesehatan diri sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang lebih sehat dan produktif.
Baca juga : Dampak Terlalu Banyak Makan Fast Food bagi Kesehatan Generasi Muda
Artikel ini ditulis oleh Latan Sabila Lubis, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Putri Namira, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, dan Aninda Alistasya dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM8 UINSU Stambuk 2026L
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya