Dark/Light Mode

Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Remaja

Selasa, 29 September 2026 21:52 WIB
Ilustrasi tentang kesehatan mental di kalangan remaja (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi tentang kesehatan mental di kalangan remaja (Gambar dibuat dengan AI)

Kesehatan mental menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan remaja, termasuk di Kota Medan. Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Pada masa ini, remaja mulai menghadapi berbagai tuntutan, seperti tugas sekolah, hubungan dengan teman, keluarga, serta lingkungan sekitar. Tekanan tersebut terkadang membuat remaja merasa lelah, cemas, atau kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sejak usia remaja penting dilakukan agar mereka dapat menjalani masa pertumbuhan dengan lebih baik.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi depresi di Indonesia mencapai 1,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi pada kelompok usia 15–24 tahun, yaitu sebesar 2 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok remaja dan dewasa muda perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menjaga kesehatan mental. Masalah kesehatan mental pada usia tersebut juga tidak selalu mudah dikenali karena setiap remaja dapat menunjukkan kondisi yang berbeda. Ada yang memilih untuk bercerita ketika mengalami masalah, tetapi ada juga yang lebih banyak diam dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Baca juga : Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Berbagai tekanan dalam kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi mental remaja. Tuntutan untuk mendapatkan nilai yang baik, tugas yang banyak, masalah pertemanan, konflik keluarga, dan kekhawatiran mengenai masa depan dapat menjadi beban bagi remaja. Di kota besar seperti Medan, aktivitas yang padat dan lingkungan sosial yang beragam juga dapat membuat remaja menghadapi tekanan yang berbeda-beda. Selain itu, penggunaan media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan diri ketika remaja terlalu sering membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Karena itu, remaja perlu memahami bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan keadaan seseorang secara keseluruhan.

Perhatian terhadap kesehatan mental remaja di Kota Medan juga mulai dilakukan melalui berbagai kegiatan. Pemerintah Kota Medan pada November 2024 mendukung Kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis yang melibatkan pelajar SMP dan SMA. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi agar generasi muda lebih memahami pentingnya kesehatan jiwa dan mampu memberikan dukungan kepada orang yang sedang mengalami tekanan psikologis. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Medan juga melakukan penjaringan kesehatan bagi peserta didik yang mencakup skrining kesehatan mental dan konseling. Upaya tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, bukan hanya dari remaja itu sendiri.

Baca juga : Penting, Olahraga bagi Kesehatan Masyarakat

Menjaga kesehatan mental dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Remaja perlu mengatur waktu belajar dan istirahat agar tubuh dan pikiran tidak terlalu lelah. Tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, dan meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang disukai juga dapat membantu menjaga keseimbangan diri. Penggunaan media sosial sebaiknya dilakukan secara bijak, terutama ketika mulai mengganggu waktu belajar, istirahat, atau hubungan dengan orang di sekitar. Selain itu, berbicara dengan orang tua, guru, atau teman yang dipercaya dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban ketika sedang menghadapi masalah.

Keluarga dan sekolah juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Orang tua perlu memberikan perhatian dan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan cerita tanpa langsung menghakimi atau menganggap masalahnya sepele. Guru dan teman juga dapat memberikan dukungan dengan cara mendengarkan dan menunjukkan kepedulian ketika melihat perubahan pada seseorang. Lingkungan yang nyaman dapat membuat remaja lebih berani membicarakan perasaan dan masalah yang sedang dihadapi. Jika kondisi yang dirasakan sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, mendapatkan bantuan dari tenaga profesional merupakan langkah yang tepat.

Baca juga : Pengaruh Konsumsi Fast Food terhadap Risiko Obesitas pada Remaja

Dengan demikian, kesehatan mental remaja perlu menjadi perhatian bersama, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Edukasi mengenai kesehatan mental perlu terus dilakukan agar remaja mampu mengenali kondisi dirinya dan mengetahui cara menghadapi tekanan dengan sehat. Remaja juga perlu memahami bahwa meminta bantuan ketika menghadapi masalah bukanlah sesuatu yang memalukan. Dengan dukungan yang baik dari lingkungan sekitar, remaja di Kota Medan dapat tumbuh dengan lebih sehat, mampu menjalani kegiatan belajar dengan baik, dan mengembangkan potensi dirinya secara optimal.

Artikel ini ditulis oleh Aulia Almagfirah, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu. Dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM8 UINSU Stambuk 2026a
IKM8 UINSU Stambuk 2026a
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.