RM.id Rakyat Merdeka - Founder & CEO Hive Five Dr. Sabar L. Tobing, SE., MM., Ak., CA., CTL., CTAP., BKP. mendorong mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai kesempatan untuk membangun masa depan sekaligus mengubah kondisi keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Sabar dalam Kuliah Umum STIE Kalpataru Business School dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) KBS 2026 bertajuk “From Learner to Business Leader” di Auditorium SETDA Kabupaten Bogor, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sabar membagikan perjalanan hidupnya yang berangkat dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia menjalani kuliah sambil bekerja sebagai buruh pabrik sebelum akhirnya merintis bisnis dari awal.
“Jadilah orang yang menuliskan sejarah dari keluarga, bukan hanya menyalahkan keadaan. Jadilah pemutus rantai kemiskinan, dan itu dimulai dari diri Anda, bukan dengan mengandalkan orang lain,” kata Sabar.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi merupakan sebuah privilege karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi mahasiswa.
“Privilege yang nyata adalah kesempatan yang ada di depan kita. Kesempatan menjadi mahasiswa juga tidak bisa didapatkan semua orang. Karena itu, kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan,” ujarnya.
Sabar mengatakan, mahasiswa perlu memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sejak memasuki perguruan tinggi. Menurutnya, kuliah tidak seharusnya dijalani tanpa arah dan target.
Baca juga : Founder HIVE Five Dr Sabar Tobing Berikan Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Trisakti
“Kuliah itu harus punya target, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan harus disertai evaluasi. Menjadi mahasiswa juga harus punya visi, misi, dan tujuan yang jelas,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pola pikir bisnis tidak semata-mata berarti seseorang harus mendirikan perusahaan.
Cara berpikir bisnis, kata Sabar, juga berkaitan dengan kemampuan membaca peluang dan menguasai bidang yang ditekuni.
“Pemikiran bisnis bukan hanya soal membangun bisnis, tetapi bagaimana kita mampu melihat peluang dan menguasai bidang masing-masing. Seperti dokter spesialis yang memiliki keahlian tertentu dibandingkan dokter umum,” ungkapnya.
Dalam dunia kerja, Sabar mengatakan latar belakang pendidikan tetap menjadi salah satu aspek yang dilihat.
Namun, kemampuan teknis dan daya adaptasi juga menjadi modal penting untuk bertahan di tengah perubahan industri.
“Background pendidikan dilihat dalam dunia pekerjaan, tetapi skill dan kemampuan beradaptasi adalah modal Anda untuk bertahan di sebuah industri,” paparnya.
Sabar juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan lingkungan pergaulan. Menurutnya, orang-orang terdekat dapat memengaruhi kebiasaan, cara berpikir, hingga arah masa depan seseorang.
Baca juga : Sabar Tobing: Transparansi Data Menuntut Konsistensi Keuangan Wajib Pajak
“Kalau ingin tahu masa depanmu, cari tahu siapa lima orang teman terdekatmu. Karena itu, selektif memilih teman. Lihat siapa yang memang mau berjuang bersama untuk menentukan masa depan,” ucapnya.
Selain lingkungan, disiplin juga menjadi salah satu hal yang ditekankannya. Menurut Sabar, kebiasaan besar dapat dibangun dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Disiplin itu dimulai dari hal kecil. Bangun pagi, kemudian rapikan tempat tidur sendiri. Dari kebiasaan sederhana itu kita belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri,” tuturnya.
Ia juga meminta mahasiswa berani mengorbankan sebagian kenyamanan dalam proses mengejar cita-cita.
“Korbankan kenyamanan Anda sementara untuk meraih kesuksesan. Tidak semua proses akan nyaman, tetapi setiap orang harus menentukan apa yang ingin diperjuangkan,” ujarnya.
Menurut Sabar, mentor juga memiliki peran penting dalam perjalanan seseorang, terutama di dunia usaha.
Mentor dapat membantu memberikan arah dan perspektif ketika seseorang menghadapi pilihan maupun tantangan.
“Dalam dunia bisnis kita perlu mentor untuk mengarahkan kita ke arah yang benar,” katanya.
Baca juga : Prabowo Ke Guru Sekolah Rakyat: Anda Disiapkan Untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Sabar mengaku selalu optimistis terhadap mahasiswa setiap kali mendapat kesempatan mengajar.
“Di setiap saya mengajar, saya percaya akan ada mahasiswa yang luar biasa dan sukses. Yang membedakan adalah siapa yang mau memanfaatkan kesempatan, terus belajar, dan berjuang,” ujar Sabar.
Dalam kegiatan tersebut, Sabar juga memberikan beasiswa penuh 100 persen kepada mahasiswa terpilih sebagai bagian dari dukungannya terhadap mahasiswa yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan.
Menurut Sabar, pendidikan pada akhirnya bukan sekadar memperoleh gelar akademik.
Mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan selama berada di perguruan tinggi untuk membangun keterampilan, jaringan, disiplin, serta kemampuan beradaptasi sebagai modal ketika memasuki dunia kerja maupun bisnis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.