Picky eater atau memilih-milih makanan merupakan hal yang cukup sering terjadi pada anak. Anak biasanya hanya mau mengonsumsi makanan yang disukai dan menolak makanan tertentu, seperti sayur, buah, ikan, atau makanan dengan tekstur dan rasa yang tidak disukai.
Kebiasaan memilih makanan sebenarnya dapat terjadi pada masa pertumbuhan. Namun, jika anak hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan dalam waktu yang lama, kebutuhan gizinya perlu diperhatikan. Pola makan yang kurang beragam dapat membuat anak tidak mendapatkan berbagai vitamin, mineral, protein, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
Baca juga : Kesehatan Dimulai dari Hal yang Sering Tidak Kita Sadari
Picky eater dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebiasaan makan keluarga, pola asuh, serta rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan. Anak juga cenderung meniru orang-orang di sekitarnya. Karena itu, orang tua dapat memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
Untuk menghadapi anak yang picky eater, orang tua sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Makanan baru dapat diperkenalkan secara perlahan, dalam porsi kecil, dan disajikan dengan cara yang menarik. Suasana makan yang nyaman juga dapat membantu anak lebih tertarik untuk mencoba makanan yang sebelumnya tidak disukai.
Baca juga : Stunting Masih Menjadi Tantangan bagi Anak Indonesia
Sekolah dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Edukasi mengenai gizi seimbang dapat membantu anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam. Orang tua juga dapat memberikan berbagai pilihan makanan sehat agar anak terbiasa mengenal rasa dan jenis makanan yang berbeda.
Jika kebiasaan picky eater berlangsung terus-menerus dan menyebabkan anak sulit memenuhi kebutuhan gizi atau mengalami gangguan pertumbuhan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengetahui penyebab dan kebutuhan anak.
Baca juga : Pentingnya Manajemen Waktu bagi Mahasiswa
Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan, kebiasaan picky eater dapat dihadapi secara bertahap. Membiasakan anak mengonsumsi makanan yang beragam sejak dini merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Artikel ini ditulis oleh Nayla Putri, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisah Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.