Dark/Light Mode

Jangan Asal Minum, Kapan Tubuh Membutuhkan Minuman Isotonik?

Jumat, 25 September 2026 22:09 WIB
Ilustrasi minuman isotonik (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi minuman isotonik (Gambar dibuat dengan AI)

Saat merasa haus setelah berolahraga atau beraktivitas di bawah terik matahari, banyak orang memilih minuman isotonik. Rasanya yang menyegarkan dan kandungan elektrolit di dalamnya membuat minuman ini sering dianggap mampu membantu mengembalikan cairan tubuh. Namun, apakah minuman isotonik memang selalu dibutuhkan ketika tubuh merasa haus?

Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Air membantu menjaga suhu tubuh, mendukung proses metabolisme, mengangkut zat gizi, serta membantu organ bekerja dengan baik. Ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk, seseorang dapat mengalami dehidrasi.

Dehidrasi dapat ditandai dengan rasa haus, mulut kering, tubuh terasa lemas, pusing, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi. Kondisi ini lebih mudah terjadi ketika seseorang banyak berkeringat, berada di lingkungan yang panas, atau melakukan aktivitas fisik dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga : Cara Menjaga Kebersihan Diri untuk Mencegah Penyakit

Saat berkeringat, tubuh tidak hanya kehilangan air, tetapi juga sejumlah elektrolit. Elektrolit seperti natrium dan kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi otot dan saraf. Karena itu, ketika seseorang kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah cukup banyak, minuman yang mengandung elektrolit dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menggantikan sebagian yang hilang.

Meski demikian, minuman isotonik tidak selalu diperlukan dalam setiap keadaan. Untuk aktivitas sehari-hari dengan intensitas ringan, air putih umumnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Belajar, bekerja, berjalan santai, atau melakukan pekerjaan rumah tangga biasanya tidak menyebabkan kehilangan cairan berlebihan sehingga tidak selalu membutuhkan minuman isotonik.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gula pada produk minuman isotonik. Sebagian produk mengandung gula yang dapat menambah asupan gula harian. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh, jumlah gula yang masuk dapat menjadi berlebihan. Membaca informasi nilai gizi pada kemasan menjadi langkah penting sebelum memilih minuman.

Baca juga : Mencegah Stunting dari Hulu, Bukan Hilir

Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda. Tingkat aktivitas, usia, kondisi lingkungan, dan keadaan tubuh dapat memengaruhi kebutuhan cairan. Pada cuaca panas, tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Oleh sebab itu, asupan cairan perlu lebih diperhatikan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pengetahuan tentang hidrasi merupakan bagian penting dari kebiasaan hidup sehat. Masyarakat perlu memahami tanda-tanda dehidrasi serta mengetahui bahwa pilihan minuman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.

Minuman isotonik bukanlah minuman yang harus dikonsumsi setiap kali merasa haus. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Sementara itu, minuman yang mengandung elektrolit dapat dipertimbangkan ketika seseorang melakukan aktivitas fisik yang cukup berat atau berlangsung lama sehingga kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat menjadi lebih banyak.

Baca juga : Bhayangkari Turunkan 74 Nakes, Gelar Bakti Kesehatan Gratis di Aceh Tamiang

Menjaga hidrasi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: minum cukup, memperhatikan kondisi tubuh, dan memilih minuman secara bijak. Dengan memahami kapan tubuh membutuhkan cairan dan elektrolit, masyarakat dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa mengonsumsi minuman isotonik secara berlebihan. Kebiasaan sederhana ini dapat diterapkan oleh masyarakat setiap hari.

Artikel ini ditulis oleh Arneza Yaura Nasution, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026c
IKM10 UINSU Stambuk 2026c
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.