BREAKING NEWS
 

Kesehatan Pencernaan sebagai Kunci Kesehatan Tubuh

Writer : IKM8 UINSU Stambuk 2026g
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 11 Oktober 2026 16:04 WIB
Ilustrasi menaga kesehatan pencernaan (Gambar: Istimewa)

Banyak orang baru sadar pentingnya menjaga kesehatan ketika sudah sakit. Padahal, sebagian besar masalah kesehatan berawal dari satu sistem yang sering diabaikan, yaitu sistem pencernaan. Bayangkan system pencernaan seperti akar sebuah pohon. Jika akarnya busuk karena tanah yang kotor, seindah apapun daunnya, pelan pelan pohon itu akan tumbang, begitu juga tubuh kita akan merasakan hal yang sama. Pencernaan yang sehat bukan hanya soal tidak sakit perut, tetapi menjadi fondasi bagi energi, imunitas, bahkan kesehatan mental.

Sistem pencernaan manusia bekerja seperti pabrik pengolahan yang sangat canggih selama 24 jam tanpa henti. Semua makanan dan minuman yang masuk akan melalui proses panjang, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga akhirnya sisa dibuang. Di sepanjang perjalanan itu, tubuh menyerap semua nutrisi penting seperti karbohidrat untuk tenaga, protein untuk otot, lemak untuk cadangan energi, vitamin dan mineral untuk menjaga fungsi organ.

Jika proses ini terganggu, dampaknya akan dirasakan seluruh tubuh. Misalnya, ketika seseorang sering telat makan, asam lambung akan naik dan melukai dinding lambung. Akibatnya muncul rasa perih, mual, dan kembung yang kita kenal sebagai maag. Jika usus halus tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik karena pola makan yang buruk, tubuh akan mudah lemas, rambut rontok, dan kulit kusam meskipun sudah makan banyak.

Baca juga : CKG: Langkah Kecil Menuju Masyarakat Lebih Sehat

Salah satu musuh terbesar kesehatan pencernaan saat ini adalah pola hidup modern. Kebiasaan makan cepat saji yang tinggi lemak dan rendah serat, kurang minum air putih, jarang bergerak, stres, dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan menjadi penyebab utama gangguan pencernaan. Ditambah lagi kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan kopi berlebihan saat perut kosong.

Cara menjaga kesehatan pencernaan dengan sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari.

Pertama, perhatikan cara mengunyah. Pencernaan dimulai dari mulut. Mengunyah makanan secara perlahan minimal 20 hingga 30 kali akan meringankan kerja lambung secara signifikan. Makanan yang dikunyah halus lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih mudah diserap.

Baca juga : Sertifikasi ISO untuk Penguatan Mutu Kampus Berbasis Penelitian di UNIVA Medan

Kedua, perbanyak serat dan air. Serat yang terdapat pada sayur, buah, dan biji-bijian utuh berfungsi seperti sapu yang membersihkan usus besar dan menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik atau mikrobiota ini jumlahnya bahkan lebih banyak dari sel tubuh kita dan berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari agar serat dapat bekerja dengan optimal dan mencegah sembelit.

Ketiga, atur jadwal makan yang teratur. Tubuh memiliki jam biologis. Usahakan makan pada jam yang sama setiap hari, dengan porsi yang seimbang. Hindari makan dalam porsi besar menjelang tidur. Beri jarak minimal 2 sampai 3 jam antara makan malam dan waktu tidur agar lambung memiliki waktu untuk mengosongkan isinya.

Keempat, kelola stres. Hubungan antara otak dan usus sangat kuat. Saat stres, produksi asam lambung meningkat dan gerakan usus menjadi tidak teratur. Itulah mengapa saat cemas perut sering terasa mulas. Luangkan waktu untuk istirahat, olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari, dan tidur yang cukup.

Baca juga : Audit Kepatuhan Akademik untuk Integritas Pembelajaran UNIVA

Menjaga kesehatan pencernaan tidak membutuhkan biaya mahal atau suplemen khusus. Kuncinya adalah konsistensi pada kebiasaan kecil sehari-hari. Dengan pencernaan yang sehat, makanan tidak hanya menjadi pengisi perut, tetapi benar-benar berubah menjadi energi, imun yang kuat, dan tubuh yang lebih bugar untuk beraktivitas.

Artikel ini ditulis oleh Putri Elyana Harahap, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh  Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma Salsabila Siregar, dan Aninda Listya, Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 stanbuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense