BREAKING NEWS
 

Pesan Sandiaga Ke Wisudawan Paramadina: Jangan Cuma Cari Kerja, Berinovasilah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 8 November 2026 10:13 WIB
Foto: Universitas Paramadina

RM.id  Rakyat Merdeka - Sandiaga Salahuddin Uno mengajak lulusan Universitas Paramadina untuk menghadapi tantangan dunia kerja dengan mengedepankan integritas, inovasi, dan semangat kewirausahaan. Ketiga nilai tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sandiaga saat menjadi orator ilmiah dalam Wisuda ke-45 Universitas Paramadina di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Dalam orasi ilmiahnya, Sandiaga menyoroti berbagai tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari tingginya pengangguran, jebakan pendapatan kelas menengah (middle-income trap), pengangguran anak muda, hingga ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Apakah mencari kerja sekarang gampang atau susah? Susah atau susah banget?" ujar Sandiaga saat menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja yang dihadapi para lulusan perguruan tinggi.

Dia juga menyoroti fenomena missing potential, yakni potensi generasi muda yang belum sepenuhnya terserap dan dikembangkan secara produktif.

Menurut Sandiaga, hampir 20 persen anak muda Indonesia masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yakni tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja.

Baca juga : i3L University-OK OCE Luncurkan The Sandiaga Uno Entrepreneurship Scholarship

Sandiaga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, jabatan, maupun materi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Betul atau betul?" ujarnya.

Dia menegaskan gelar akademik yang diperoleh para wisudawan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Integritas dan Inovasi

Lebih lanjut, Sandiaga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi kepemimpinan. Menurut dia, kemampuan akademik dan kompetensi profesional harus berjalan seiring dengan karakter, kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai moral.

"Integritas adalah landasan dari kepemimpinan. Tidak ada pemimpin yang mumpuni kalau integritas tidak diperbaiki," katanya.

Adsense

Dia juga mengingatkan para wisudawan agar mengutamakan karakter atau character over competence dalam membangun karier dan kepemimpinan.

Baca juga : Handi Risza: Bank Wajib Jalankan Perintah Resmi Aparat Penegak Hukum

Selain integritas, pola pikir inovatif diperlukan untuk menghadapi perubahan dan menemukan solusi atas berbagai persoalan. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengeluhkan tantangan, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan terobosan baru.

"Mindset inovatif diperlukan untuk menghadapi tantangan dan mencari solusi, bukan sekadar mengeluh," ujar Sandiaga.

Dia juga mendorong para wisudawan mengembangkan entrepreneurial mindset atau pola pikir kewirausahaan ketika memasuki dunia kerja dan industri.

Menurut dia, semangat kewirausahaan tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang ingin membangun usaha sendiri, tetapi juga oleh pekerja di perusahaan, organisasi, maupun institusi publik.

"Entrepreneurship is not a profession, tapi entrepreneurship is a mindset. Sebuah pola pikir," katanya.

Sandiaga menjelaskan pola pikir kewirausahaan mendorong seseorang untuk proaktif, mampu membaca peluang, berani menghadapi tantangan, serta berorientasi pada solusi dan penciptaan nilai tambah.

Dengan pola pikir tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan penggerak inovasi.

Baca juga : Refleksi Kemerdekaan, Perempuan Paramadina Soroti Kesenjangan Gender

Bekal 4AS dan 3SI

Menutup orasi ilmiahnya, Sandiaga mengajak para wisudawan menerapkan semangat 4AS, yakni kerja keras, kerja keras, kerja keras, dan kerja keras, serta nilai 3SI yang mencakup inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Dia mengatakan kerja keras menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan, sedangkan inovasi diperlukan untuk menghasilkan solusi dan terobosan baru.

Sementara itu, kemampuan beradaptasi penting untuk menghadapi perubahan zaman, dan kolaborasi dapat membuka peluang serta memperkuat kemampuan dalam mencapai tujuan bersama.

Melalui Wisuda ke-45, Universitas Paramadina menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta jiwa kepemimpinan.

Pesan Sandiaga tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari jabatan atau pencapaian karier, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense