Dark/Light Mode

Paramadina Edukasi Bahaya Judol, Dorong Ketahanan Finansial Keluarga

Senin, 27 Juli 2026 12:20 WIB
Foto: Universitas Paramadina.
Foto: Universitas Paramadina.

RM.id  Rakyat Merdeka - Maraknya praktik judi online (judol) yang semakin meresahkan menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk dunia pendidikan.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Membangun Ketahanan Finansial dan Keamanan Digital untuk Keluarga yang Lebih Sejahtera" di PT Naga Mas Duaribu, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta dari kalangan karyawan dan masyarakat sekitar ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, keamanan digital, serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai bahaya judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, dan berbagai bentuk kejahatan finansial digital.

Sekretaris Program Studi Magister Manajemen Universitas Paramadina Hardiansyah mengatakan, rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat rentan terjebak dalam praktik judi online maupun pinjaman online ilegal.

Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga memicu keretakan rumah tangga, meningkatnya utang, gangguan kesehatan mental, hingga tindak kriminal akibat tekanan finansial.

Ia menambahkan, kondisi tersebut diperkuat oleh data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat perputaran dana judi online sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 286,84 triliun.

Baca juga : BAZNAS Panen Raya 150 Ton Padi, Perkuat Ketahanan Pangan Di Batu Bara

Sementara itu, Satgas PASTI Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menindak ribuan entitas pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hardiansyah juga memperkenalkan konsep 3I, yakni Insaf, Irit, dan Investasi. Menurutnya, konsep tersebut menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah tergiur investasi bodong maupun perjudian online yang menjanjikan keuntungan instan, tetapi berujung pada kerugian.

Sementara itu, mahasiswa MM Universitas Paramadina, Lestari Manurung, mengingatkan masyarakat agar tidak mencari jalan pintas memperoleh uang melalui judi online maupun pinjaman berbunga tinggi.

Menurutnya, ketahanan finansial keluarga hanya dapat dibangun melalui pengelolaan keuangan yang disiplin, hidup sesuai kemampuan, serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan.

Lestari menjelaskan, pelaku judi online kerap terjebak dalam lingkaran utang karena terus berupaya menutup kekalahan.

Tidak sedikit yang akhirnya memanfaatkan pinjaman online ilegal, layanan paylater secara berlebihan, hingga meminjam kepada bank keliling untuk memperoleh dana tambahan.

Baca juga : Perampingan BUMN oleh Danantara Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara

"Kondisi tersebut justru memperparah masalah keuangan dan membuka peluang penyalahgunaan data pribadi oleh pelaku kejahatan siber," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang telah menjadi korban agar tidak panik. Korban disarankan segera menghentikan perilaku yang memperburuk kondisi keuangan, menyusun rencana pelunasan utang sesuai kemampuan tanpa menambah utang baru.

Juga, meningkatkan penghasilan melalui pekerjaan atau usaha yang halal, serta melaporkan penyalahgunaan data pribadi atau dugaan tindak pidana kepada kepolisian maupun OJK untuk memperoleh perlindungan hukum.

Pakar Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Syariah, Mujahid Budi Luhur menyampaikan bahwa Islam mengajarkan harta merupakan amanah dari Allah SWT yang harus diperoleh dan dikelola secara halal.

Karena itu, praktik perjudian, termasuk judi online, bertentangan dengan prinsip syariah karena mengandung unsur maisir yang dilarang.

"Kami mengajak peserta memahami pentingnya perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan warisan sesuai syariat, serta membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya melalui cara-cara yang halal dan bertanggung jawab," katanya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Lakukan Lifting Perdana B50, Perkuat Ketahanan Energi

Direktur PT Naga Mas Duaribu, Rasuna, mengapresiasi Universitas Paramadina atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, materi mengenai pengelolaan keuangan, keamanan digital, dan penguatan nilai-nilai keislaman sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

"Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan secara bijaksana, menjaga keamanan di ruang digital, serta menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan ketahanan finansial keluarga yang lebih sejahtera," ujar Rasuna.

Ketua Pelaksana kegiatan Widi Rahman Adiat.berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjauhi judi online, menghindari pinjaman online ilegal, menjaga keamanan data pribadi, serta membangun ketahanan finansial keluarga melalui pengelolaan keuangan yang sehat, bijaksana, dan sesuai nilai-nilai keislaman.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi nyata dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, terutama meningkatnya ancaman judi online yang telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan keluarga Indonesia," kata Widi.

Selain membahas pengelolaan keuangan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan digital, seperti pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan two-factor authentication (2FA), serta mengenali berbagai modus penipuan digital, termasuk phishing dan pencurian data pribadi yang kerap menyasar korban judi online maupun pinjaman online ilegal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.