BREAKING NEWS
 

Lestarikan Budaya Nasional, Pendanaan Pertamina Untuk Perajin Batik Tembus Rp 11,5 Miliar

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 21 Agustus 2022 18:24 WIB
Yuli Astuti, pemilik Muria Batik Kudus, mendapatkan pinjaman murah dari Pertamina yakni senilai Rp 10 juta pada 2017 dan Rp 150 juta pada 2019. (IST)

 Sebelumnya 
Selain itu, modal tersebut akan digunakan buat mengembangkan pemasaran lebih luas, baik di Jawa maupun luar Jawa.

“Kami juga ingin menembus negara luar seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang,“ tuturnya.

Dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, tutur Yuli, dia dapat memberikan pelatihan batik kepada masyarakat.

Saat ini, dia telah melakukan pembinaan batik di sekolah, anak-anak difabel, anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka mengenal batik sejak dini.

Baca juga : Lestari: Kegiatan Pramuka Bentuk Generasi Muda Tangguh

Atas inisiatif ini, Yuli mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1 Local Hero Pertamina 2019.

“Pendanaan lanjutan dari Pertamina akan memungkinkan saya bisa memberikan pelatihan batik ke masyarakat lebih banyak dan juga pengembangan dan penelitian motif Kudus semakin lebih banyak,” paparnya.

Selain itu, Yuli telah mempersiapkan Muria Batik untuk mengikuti e-tendering sehingga pasarnya makin terbuka luas.

“Selama ini belum pernah ikut tender. Kalau untuk kantor seragam biasanya pesan langsung. Ke depan kami memang sudah ada rencana ikut e-tendering,” tuturnya.

Baca juga : Mendag Zulkifli Hasan Musnahkan 750 Bal Pakaian Bekas Senilai Rp 8,5 Miliar

Direktur Pengembangan UKM dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas Ahmad Dading Gunadi mengatakan pemerintah telah mendorong pengadaan barang dan jasa pemerintah yang bersumber dari dari UMKM.

Fasilitas yang telah dikembangkan adalah e-purchasing berupa katalok elektronik dan toko daring.

“Aplikasi belanja online dikembangkan LKPP dengan menyediakan berbagai macam produk dari berbagai komoditas yang dibutuhkan oleh pemerintah,“ katanya.

Fasilitas lainnya, kata Ahmad Dading, adalah e-tendering berupa Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Pasar Digital (PaDi) Kementerian BUMN.

Baca juga : Partai Garuda Yakin Kapolri Ungkap Kasus Brigadir J Secara Transparan

Dikatakan, Kementerian BUMN meluncurkan program Pasar Digital (PaDi) yang bertujuan untuk menjadi solusi bagi UMKM, BUMN, dan Pemerintah dalam menciptakan ekosistem pengadaan barang jasa yang terintegrasi dan transparan.

"PaDi memiliki layanan seperti marketplace business-to-business dan business-to-consumer berupa pasar digital untuk belanja B2B maupun retail, otomasi perpajakan, PaDi e-Procurement, dan Control Tower Dashboard sebagai media informasi terkait UMKM dan pembelanjaan UMKM,“ paparnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense