BREAKING NEWS
 

Perluas Lahan Pertanian Tebu

Erick Patok SGN Kuasai 70% Pasar Gula Nasional

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 19 Oktober 2022 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara kick off revitalisasi industri gula nasional untuk ketahanan pangan dan energi di kebun tebu Temugiring PTPN X Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/10/2022). Kementerian BUMN melalui PTPN X mendukung ketahanan pangan dan energi nasional dalam pencapaian swasembada gula. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa).

 Sebelumnya 
Mantan bos Inter Milan ini menuturkan, program revitalisasi gula bagian dari strategi Pemerintah melawan resesi. Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga selalu menekankan, soal pembangunan ekosistem untuk mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap rantai pasok dunia. Bos Mahaka Group ini optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat 5 persen di tahun 2045.

“Kita harus agresif melawan resesi ini. Saya sudah sampaikan 5 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2045. Saya yakin ini bisa terjadi,” katanya.

Apalagi, PT SGN tak hanya untuk mewujudkan swasembada gula. Tapi juga diproyeksikan mewujudkan kedaulatan energi melalui bioethanol berbasis tanaman tebu.

Baca juga : Kompolnas Sesalkan Jenderal Bintang Dua Terjerat Kasus Narkoba

Hal ini sejalan dengan peningkatan produktivitas gula di masa mendatang. Sehingga dapat memberi kontribusi nyata terhadap biofuel sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT).

Adsense

Ia juga meyakini, peningkatan produksi bioethanol bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan impor bahan bakar minyak (BBM) ke depannya.

Bahkan, pihaknya sudah lakukan benchmarking dengan negara Brasil, yang berhasil mendorong turunan gula menjadi bioethanol.

Baca juga : Libatkan Petani, Erick Thohir Dorong Swasembada Gula

“Kalau negara lain bisa, kenapa Indonesia tidak? Jadi, kita targetkan bisa menghasilkan 1,2 juta kiloliter minyak mentah (di tahun 2030). Nantinya, bioethanol dicampur ke BBM. Dan kita bisa menciptakan BBM ramah lingkungan, seperti yang di Brasil,” katanya.

Hal ini penting untuk substitusi kebutuhan impor minyak mentah dan digunakan untuk bauran energi kendaraan yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, negara akan memiliki alternatif energi untuk mengurangi beban ketergantungan impor BBM.

Baca juga : Gus Yahya: Perluas Jangkauan Perdamaian Ke Tingkat Global

Ia pun menilai, kehadiran PT Pertamina (Persero) menjadi off taker sangat penting guna memastikan kebutuhan petani dan gula nasional berkesinambungan dengan kebutuhan energi nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, sambung Erick, PTPN bersinergi dengan Pertamina untuk pilot project pengembangan biofuel.

Menanggapi ini, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengatakan, pembentukan PT SGN atau Sugar Co memang sudah lama dinantikan. Sebab, memiliki peranan penting dalam menghidupkan kembali industri gula dalam negeri. Mengingat kebutuhan gula, baik konsumsi maupun industri selama ini masih dipenuhi melalui impor.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense