RM.id Rakyat Merdeka - Bergabungnya IndiHome ke Telkomsel diyakini membawa dampak positif bagi induk keduanya, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Perusahaan pelat merah ini bisa semakin lincah menggarap pasar internet.
Penggabungan keduanya merupakan salah satu fokus Telkom dalam mengimplementasikan produk Fixed Mobile Convergence (FMC), yakni layanan perpaduan antara internet mobile dan fixed broadband.
Kemudian, rampungnya aksi korporasi tersebut, menjadikan kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 persen, sementara Singtel di Telkomsel menjadi 30,1 persen.
Baca juga : Mulai 1 Juli, IndiHome Resmi Dikelola Telkomsel
Menyoal ini, Pengamat teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menilai, efektifnya penggabungan tersebut menjadikan Telkom sebagai pemimpin pasar bisnis FMC atau koneksi internet rumahan, yang menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan pelat merah ini.
“Bahkan diproyeksi ke depan akan menguasai pasar lebih besar lagi,” ujar Heru kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Heru melanjutkan, perpaduan Telkomsel dan IndiHome akan mempunyai fokus segmentasi yang lebih jelas. Untuk seluler tetap akan difokuskan pada Telkomsel, sementara IndiHome memperkuat layanan broadband rumahan.
Baca juga : Resmi Gabung UNWTO, Traveloka Dorong Pariwisata Berkelanjutan
“FMC akan memperkuat pelanggan Telkomsel maupun IndiHome, serta mendorong mereka untuk menghadirkan layanan-layanan broadband yang lebih luas lagi,” sebutnya.
Ia berharap, tidak terjadi perang tarif di layanan konvergensi. Bersaing menghadirkan layanan murah boleh, tetapi tidak mengabaikan kualitas jaringan.
“Karena perlu diakui, fenomena ini sempat terjadi beberapa tahun lalu. Saya juga meminta supaya operator tidak mengulangi kesalahan yang sama,” warning-nya.
Baca juga : Luhut: Tak Usah Bicara Perubahan
Heru mengingatkan operator untuk tetap mengutamakan hak konsumen, terkait layanan konvergensi atau integrasi layanan internet. Jangan sampai konsumen tidak nyaman, dengan layanan baru tersebut.
“Terutama hak konsumen dan jangan dipaksa untuk membeli layanan yang mereka tidak butuhkan. Semoga ini menjadi perhatian operator yang menerapkan layanan FMC,” kata Heru, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.