RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi, hingga akhir tahun ini, ekonomi Indonesia akan menghadapi tekanan berat akibat gejolak global. Meski begitu, ekonomi Indonesia tetap tahan guncangan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan, ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 5 persen pada kuartal II-2024.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Jumat (2/8/2024). Kepada wartawan, Sri Mul menjelaskan, kondisi ekonomi global hingga akhir tahun ini masih suram. Stagnan bahkan cenderung melemah. Lebih lemah dibandingkan 2023, yang oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai tahun "gelap".
Kondisi ekonomi global yang lemah itu ditunjukkan dalam berbagai proyeksi lembaga internasional. IMF memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi global 2024 hanya sebesar 3,2 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada 2023 yang sebesar 3,3.
Sri Mul juga mengungkapkan, ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi. Hal ini disebabkan antara lain karena situasi di Timur Tengah dan perang di Ukraina-Rusia masih berlangsung. Selain itu, banyak negara demokrasi besar yang melakukan pemilihan umum. Seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Jerman. Menurut Sri Mul, situasi ini memunculkan kondisi ekonomi yang 'overheated'.
Baca juga : Masyarakat Kudu Aktif Sampaikan Pelaporan
Meskipun guncangan ekonomi global sangat tinggi, Sri Mul bersyukur ekonomi Indonesia masih tetap tahan guncangan. Ia memperkirakan, ekonomi masih bisa tembus 5 persen pada kuartal II-2024. Salah satu penyokongnya adalah konsumsi rumah tangga dan ekspor yang menunjukkan kinerja yang baik.
"Ekspor kita untuk barang diperkirakan meningkat, untuk produksi manufaktur dan ekspor pertambangan. Terutama kedua tujuan negara emerging market yang sekarang memiliki peran sangat besar, yakni India dan China," kata Sri Mul.
Secara keseluruhan tahun (full year), ia memperkirakan perekonomian masih bisa tumbuh antara 5-5,2 persen. Pertumbuhan ini juga didukung dengan komsumsi yang meningkat pada Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024.
Di acara yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan fokus pada mitigasi dampak keterlambatan global, termasuk dampak terhadap nilai tukar dan arus keluar portofolio asing.
Baca juga : Duh, Puluhan Sekolah Sudah Nggak Layak…
Menurutnya, ada tiga kondisi utama di global yang perlu mendapat perhatian khusus. Pertama, arah kebijakan moneter AS dibandingkan dengan negara lain (unsynchronized monetary policy). Kedua, tingginya utang luar negeri negara maju, termasuk AS, dan dampaknya terhadap suku bunga global. Ketiga, perkembangan nilai tukar mata uang.
Sebelumnya, lembaga pemeringkat S&P memproyeksikan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga sampai empat tahun ke depan akan tetap terjaga sekitar 5 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat, serta belanja pemerintah dan investasi swasta yang meningkat.
S&P juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga inflasi yang terjaga sejak 2010. Lembaga pemeringkat itu memperkirakan, inflasi pada 2024-2025 akan berada pada kisaran target 2,5 persen plus 1 persen.
Selain itu, inovasi strategi operasi moneter yang pro-market dengan penggunaan instrumen berbasis pasar dinilai semakin meningkatkan fleksibilitas kebijakan moneter. Pada sektor fiskal, lembaga pemeringkat tersebut memandang Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Hansi Flick Jajal Taktik Ancelotti
Secara umum, lembaga pemeringkat itu meyakini pemerintahan baru akan memperhatikan aspek keberlanjutan kebijakan untuk menjaga kredibilitas serta menghindari disrupsi ekonomi dan keuangan yang signifikan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.