BREAKING NEWS
 

Dukung Kebijakan Ramah Ke Negeri Tetangga

Kadin Galang Investasi Garap Potensi Borneo

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 26 Agustus 2024 07:00 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (Tengah). Foto: Dok. Kadin Indonesia

 Sebelumnya 
Untuk itu, pembangunan in­frastruktur yang terencana dan terintegrasi di Borneo sangat penting, agar visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

Menurut Arsjad, konektivitas yang terintegrasi, tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan dan transportasi, tetapi juga mencakup energi terbarukan. Ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Borneo.

“Dengan adanya konektivitas ini, kita dapat meningkatkan mobilitas, membuka peluang perdagangan dan menarik lebih banyak investasi, khususnya da­lam membangun ekonomi hijau. Artinya, Borneo dapat terinte­grasi pada perdagangan rantai pasok regional,” ujar Arsjad.

Baca juga : Pemain Judol Rawan Lakukan Kriminalitas

Selain itu, Arsjad menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat pembangunan ekonomi di Borneo dan mem­bangun good neighbor policy antar negara di pulau Borneo.

Kerja sama ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertum­buhan ekonomi yang berkelan­jutan di Borneo.

“Saya mengajak lebih banyak pengusaha, baik dari Indonesia, Sabah, Sarawak, maupun Brunei, untuk memajukan cross-border trade dan membangun infrastruk­tur dan proyek terbarukan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan potensi besar Borneo sebagai pusat ekonomi hijau dan digital di ASEAN,” tambah Arsjad.

Baca juga : Hellas Verona Vs Juventus, Si Nyonya Tua Buru Kemenangan Kedua

Sinergi yang kuat antara Pe­merintah, sektor swasta dan masyarakat adalah kunci untuk menjadikan Borneo dan IKNse­bagai pilar utama dalam menca­pai visi Indonesia Emas 2045.

Kadin Indonesia melihat, mi­nat pengusaha untuk berinvestasi di IKNsemakin meningkat, terutama dengan komitmen Pemerintah yang kuat.

Hal ini dibuktikan pada sepan­jang tahun 2023 investasi di IKNNusantara tembus Rp 41,4 triliun, dan sampai bulan Agustus ini meningkat menjadi Rp 56,2 triliun.

Baca juga : Panas, Kursi Swiatek Digoyang Sabalenka

“Tentunya peluang investasi juga masih terbuka lebar untuk para calon investor,” kata Arsjad.

Menurut Arsjad, untuk menarik lebih banyak investor, dunia usaha memerlukan insentif yang jelas sebagai bentuk keseriusan Pemerintah dalam menggandeng sektor swasta. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 26 Agustus 2024 dengan judul "Dukung Kebijakan Ramah Ke Negeri Tetangga, Kadin Galang Investasi Garap Potensi Borneo"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense