Sebelumnya
Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi di Borneo sangat penting, agar visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.
Menurut Arsjad, konektivitas yang terintegrasi, tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan dan transportasi, tetapi juga mencakup energi terbarukan. Ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Borneo.
“Dengan adanya konektivitas ini, kita dapat meningkatkan mobilitas, membuka peluang perdagangan dan menarik lebih banyak investasi, khususnya dalam membangun ekonomi hijau. Artinya, Borneo dapat terintegrasi pada perdagangan rantai pasok regional,” ujar Arsjad.
Baca juga : Pemain Judol Rawan Lakukan Kriminalitas
Selain itu, Arsjad menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat pembangunan ekonomi di Borneo dan membangun good neighbor policy antar negara di pulau Borneo.
Kerja sama ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Borneo.
“Saya mengajak lebih banyak pengusaha, baik dari Indonesia, Sabah, Sarawak, maupun Brunei, untuk memajukan cross-border trade dan membangun infrastruktur dan proyek terbarukan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan potensi besar Borneo sebagai pusat ekonomi hijau dan digital di ASEAN,” tambah Arsjad.
Baca juga : Hellas Verona Vs Juventus, Si Nyonya Tua Buru Kemenangan Kedua
Sinergi yang kuat antara Pemerintah, sektor swasta dan masyarakat adalah kunci untuk menjadikan Borneo dan IKNsebagai pilar utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Kadin Indonesia melihat, minat pengusaha untuk berinvestasi di IKNsemakin meningkat, terutama dengan komitmen Pemerintah yang kuat.
Hal ini dibuktikan pada sepanjang tahun 2023 investasi di IKNNusantara tembus Rp 41,4 triliun, dan sampai bulan Agustus ini meningkat menjadi Rp 56,2 triliun.
Baca juga : Panas, Kursi Swiatek Digoyang Sabalenka
“Tentunya peluang investasi juga masih terbuka lebar untuk para calon investor,” kata Arsjad.
Menurut Arsjad, untuk menarik lebih banyak investor, dunia usaha memerlukan insentif yang jelas sebagai bentuk keseriusan Pemerintah dalam menggandeng sektor swasta. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 26 Agustus 2024 dengan judul "Dukung Kebijakan Ramah Ke Negeri Tetangga, Kadin Galang Investasi Garap Potensi Borneo"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.