Dark/Light Mode

Pesan Airlangga di HUT Ke-81 RI

Jaga Optimisme di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia

Senin, 17 Agustus 2026 08:44 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Indonesia merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81. Di hari sakral ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak masyarakat tetap optimis meski ekonomi global tengah bergejolak.

Airlangga menyatakan, Indonesia terbukti kuat menghadapi gejolak global. Ekonomi tetap tumbuh. Program-program Pemerintah juga berjalan baik.

"Dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, capaiannya banyak. Capaian itu dirinci dalam pidato Pak Presiden tanggal 14 Agustus," ujar Airlangga, saat berbincang dengan Tim Rakyat Merdeka di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia mengatakan, indikator ekonomi menunjukkan capaian positif. Di antaranya inflasi yang tetap terjaga, ekonomi yang tetap tumbuh di atas 5 persen, dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Baca juga : Pertumbuhan 6% Bukan Mission Impossible

Airlangga melanjutkan, jumlah penciptaan lapangan kerja dengan investasi jauh lebih besar daripada yang berpotensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Lagipula, PHK yang terjadi selama ini murni karena bisnis.

"Karena daya saing bisnis itu ditentukan juga dengan menjaga alat-alat produksinya supaya efisiensi," ungkap mantan Menteri Perindustrian ini.

Mengenai dampak konflik geopolitik dan geoekonomi global terhadap Indonesia, menurut Airlangga, relatif terjaga. Hal ini terbukti dari keputusan Pemerintah yang mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif dasar listrik untuk masyarakat. Daya beli masyarakat pun tetap terjaga.

Selain itu, Presiden Prabowo terus mendorong program-program yang mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga. Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan energi pribumi (indigenous energy) seperti batu bara, gas, dan hydropower.

Baca juga : Kasus Bea Cukai, Saksi Diintimidasi

Pemerintah juga mendorong solar panel masuk dalam ekosistem indigenous energy. Airlangga menerangkan, penggunaan solar panel untuk mempercepat capaian 100 gigawatt. "Indonesia butuh itu, karena untuk digitalisasi kita butuh green energy," imbuhnya.

Selain itu, ada potensi energi geothermal untuk menjaga kelangsungan listrik di Jawa, Sumatera, Bali dan Kepulauan Riau.

Pemerintah juga telah mencapai swasembada beras dan swasembada sejumlah komoditas pangan. Capaian ini sangat bagus dan membanggakan, di tengah gejolak ekonomi dunia dan ancaman El Nino Ghozilla.

"Dengan capaian yang sudah terwujud di tengah situasi seperti sekarang disertai diplomasi internasional yang baik, maka kita merasa optimis. Dan rasa optimisme ini harus terus kita jaga,” pesan Airlangga.

Baca juga : PDIP Sambut Positif, Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pemerintah Baik

Selain itu, ia juga meminta agar publik lebih hati-hati menelan informasi. Khususnya, berita-berita yang belum terbukti kebenarannya (hoaks). Sebaiknya, bacalah berita dan informasi dari media-media yang terverifikasi.

“Kalau media cetak ada filter dan verifikasinya. Sementara banyak media sosial yang isinya hanya sesuai selera follower saja,” kata Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.