RM.id Rakyat Merdeka - Konflik dualisme Kadin Indonesia akhirnya menemukan titik temu. Baik Arsjad Rasjid maupun Anindya Bakrie sama-sama memutuskan untuk menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ulang untuk memilih calon ketua umum baru. Munas ulang akan digelar usai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, 20 Oktober mendatang.
Keputusan itu diambil setelah Ketum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Ketum Kadin Indonesia versi Munaslub, Anindya Bakrie dipertemukan Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Jumat 27 September 2024.
Lewat video singkat yang di-posting di Instagram pribadinya, Arsjad mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Anin di kediaman Bahlil. Arsjad menjelaskan, beberapa hari sebelum pertemuan, dia diundang Bahlil untuk hadir ke rumahnya. Di mana Anin juga diinformasikan bakal ada di lokasi. Ia pun setuju untuk memenuhi undangan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Dalam pertemuan, kata Arsjad, dia dan Anindya akhirnya mencapai sebuah kesepakatan bersama yang dituangkan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai. Isinya, sepakat menggelar Munas setelah pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto, 20 Oktober 2024.
“Adapun waktu dan tempat menyesuaikan dengan keputusan Pemerintah,” jelas Arsjad, dalam video yang di-posting pada Senin (30/9/2024) malam.
Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 ini menambahkan, kedua pihak juga sepakat menyusun dan membentuk kepanitiaan Munas secara bersama-sama. Susunannya dipastikan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia.
“Dengan demikian, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, pergantian kepengurusan akan terjadi setelah ada pelaksanaan dan keputusan Munas,” jelas Arsjad.
Baca juga : Di Atas Materai, Arsjad dan Anin Sepakat Gelar Munas Setelah Pelantikan Presiden
Ia pun mengaku tak ada masalah pribadi dengan Anin, yang merupakan putra Aburizal Bakrie. Dia mengaku, sejak lama sudah bersahabat dengan Anin. Dinamika yang terjadi di internal Kadin merupakan sebuah peristiwa untuk saling mendewasakan diri.
“Di tengah dinamika ini saya bangga, kami setuju untuk menghormati solusi yang telah disepakati,” ungkapnya.
Ia pun mendorong agar semua pihak, khususnya anggota Kadin, kembali fokus pada tujuan semula. Yaitu, menjadi mitra strategis Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusi dan berkelanjutan demi cita-cita Indonesia Emas 2024.
“Satu Kadin, satu Indonesia, satu masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Wakil Ketua Organizing Committee Munaslub Kadin Indonesia, Nofel Saleh Hilabi enggan berkomentar mengenai status Anindya di struktur kepengurusan Kadin saat ini. Dia menyebut, urusan ini lebih baik ditanyakan kepada adik ipar Anindya, yakni Taufan Eko Nugroho. “Lebih tepatnya ke Bang Taufan,” sebut Nofel.
Sementara itu, Ketua Kadin Nusa Tenggara Barat (NTB) H Faurani membantah adanya dualisme kepemimpinan di tubuh Kadin Indonesia. Dia menegaskan, persatuan kadin-kadin di daerah sangat kuat. Ia pun meyakini hasil kepengurusan Munaslub akan segera disahkan oleh Kemenkumham karena semua syarat sudah terpenuhi.
“Sehingga tidak ada celah untuk menjadikannya tidak sah,” tegas Faurani dalam sebuah tayangan Podcast.
Baca juga : Bertemu Mentan, Anindya Gerak Cepat Bahas Kerja Sama Kadin-Pemerintah
Sehari setelah pertemuan di rumah Bahlil, Anin masih menegasman bahwa dirinya adalah Ketum Kadin yang sah. Pertemuan di rumah Bahlil, kata dia, hanya kebetulan saja. Sebab, usai didaulat sebagai Ketum Kadin lewat Munaslub, dirinya memang aktif menjalin silaturahmi ke sejumlah menteri.
"Jadi semuanya itu tentu kita juga lanjutkan dengan Menteri ESDM. Dan apalagi kebetulan di situ juga ada sahabat saya, Pak Arsjad," tutur Anin di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Meski kebetulan, ia menyebut pertemuan itu berbuah manis. Di hadapan Bahlil, Anin dan Arsjad sepakat merapatkan barisan untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sebagai Ketua Formatur Kadin versi Munaslub, Anin diberi kesempatan untuk menyusun formasi baru, sebelum Selasa (15/10/2024). Sebab itu, dirinya ingin memberi kesempatan kepada orang-orang terbaik masuk dalam jajaran kepengurusannya. Dia pun menawarkan agar Arsyad menjadi ketua dewan pertimbangan.
"Saya sangat terbuka apabila Pak Arsjad mendampingi saya. Sekarang karena sudah diberikan amanat, 14 September jadi ketua umum, saya sangat terbuka apabila Pak Arsjad mendampingi saya tentunya di dewan pertimbangan," ungkap Anin.
Namun, sehari berikutnya, Minggu (29/9/2024), Anin malah pamer kebersamaannya di akhir pekan bersama Arsjad Rasjid. Lewat akun Instagram pribadinya @anindyabakrie, dia mengunggah foto bersama Arsjad di sebuah ruangan berlatar lukisan abstrak. Keduanya, nampak sama-sama mengenakan kaos putih dan berpose penuh senyum. Selain itu, bahu Anin juga dirangkul Arsjad. “Selamat hari Minggu,” tulis Anin diakhiri emoticon senyum.
Diketahui, Anin dan Arsjad sempat menjadi sorotan karena kisruh 'perebutan' kursi Ketua Umum Kadin. Anin yang di kepemimpinan Arsjad menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Kadin, tiba-tiba dipilih sebagai ketua umum lewat Munaslub pada 14 September 2024 di Jakarta
Baca juga : Pertamina Dan Bappenas Sinergi Jaga Ketahanan Energi
Gelaran Munaslub itu mendapatkan tentangan dari sejumlah pihak, salah satunya Arsjad. Kubunya bahkan berniat melaporkan kubu Anin ke polisi, dan meminta pengadilan membatalkan pengangkatannya sebagai Ketum Kadin versi Munaslub.
Di tengah panasnya hubungan itu, Arsjad dan Anin dipertemukan oleh Bahlil Lahadalia. Keduanya lantas sepakat untuk tukeran posisi. Anin sebagai ketua umum, dan Arsjad ketua dewan pembina.
Bertukarnya posisi itu karena berdasarkan hasil munas 2021, Anin menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin. Sementara Arsjad sebagai Ketua Umumnya.
Anin sebelumnya juga sempat menegaskan, Munaslub yang berlangsung kemarin sudah sesuai AD/ART. Direktur Utama Bakrie Group itu mengaku maju sebagai kandidat Ketum Kadin, karena diusung oleh Kadin Provinsi dan anggota luar biasa (ALB).
“Dan seperti diketahui, Munaslub itu dihadiri oleh wakil Pemerintah, wakil rakyat, ada pendapat resmi. Jadi bukan mengenai kami A atau B, tapi intinya apa amanahnya,” urai Anin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.