BREAKING NEWS
 

PLN EPI Pastikan Kecukupan Biomassa Untuk Co-Firing PLTU

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 3 Oktober 2024 21:26 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan biomassa sebagai bahan baku co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Dalam upaya ini, PLN EPI meresmikan program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasik Malaya, pada Kamis (26/9/2024).

Program ini juga bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan lahan kritis.

Baca juga : JAPFA Gandeng PKGK UI Lakukan Studi Kecukupan Gizi Anak Indonesia

Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menjelaskan bahwa pihaknya telah menargetkan pemanfaatan biomassa untuk co-firing sebesar 2,2 juta ton pada tahun 2024.

Jumlah ini direncanakan akan meningkat menjadi 10,2 juta ton pada tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan biomassa di 52 PLTU yang dimiliki oleh PLN.

Adsense

"Biomassa yang selama ini digunakan oleh PLN EPI sebagian besar berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. Karena kebutuhannya terus meningkat, kami melihat adanya peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi ini guna mendongkrak pendapatan ekonomi lokal," ujar Iwan.

Baca juga : PLN EPI Torehkan Transisi Energi Hijau Melalui Pemanfaatan Biomassa

Dia menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya penting untuk menyediakan energi bersih, tetapi juga berpotensi menciptakan efek ganda dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program Pertanian Terpadu yang memanfaatkan lahan kritis.

"Kami akan mengembangkan tanaman Indigofera, atau dikenal juga sebagai Tarum, yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak dan bahan baku biomassa. Dengan sistem tumpang sari, tanaman ini juga berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah," jelas Iwan. 

Dia menekankan bahwa melalui program ini, PLN berharap dapat membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Baca juga : KPK: Klarifikasi Kaesang Baik Untuk Semua

Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Batang dan ranting dari tanaman akan digunakan sebagai bahan baku biomassa, sementara daunnya dapat dimanfaatkan oleh peternakan lokal," tutup Iwan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense