Sebelumnya
Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah berharap, dengan adanya pabrik LFP ini akan menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem baterai global.
“Dengan membangun kemampuan produksi yang kuat, Indonesia semakin siap memenuhi permintaan yang terus meningkat atas bahan katoda LFP di masa depan,” kata Ridha.
LFP adalah salah satu dari dua bahan kimia utama dalam baterai litium-ion, selain Nickel Cobalt Manganese (NCM). Dikenal akan efektivitas biayanya, LFP sangat cocok untuk EV dan sistem penyimpanan energi.
Baca juga : Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan
Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan melayani pasar senilai sekitar 10 miliar dolar AS dalam bahan aktif katoda LFP, memberikan kontribusi yang berarti bagi transisi global menuju energi bersih.
Investasi ini juga menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai negara untuk hilirisasi rantai pasok.
Chief Executive Officer (CEO) Changzhou Liyuan, Shi Junfeng menambahkan, PT LBM Energi Baru Indonesia adalah produsen katoda pertama di luar China.
Baca juga : Lanjutkan Karier Di Amerika, Pogba ‘Dicerai’ Nyonya Tua
Pengoperasian tahap awalnya memiliki arti penting bagi peningkatan keamanan pasokan dari rantai pasok energi baru global.
“Kolaborasi dalam proyek ini merupakan pencapaian penting lainnya dari kerja sama strategis antara China dan Indonesia,” kata Shi. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 9 Oktober 2024 dengan judul "Luhut Resmikan Pabrik Katoda LFP Di Kendal, Baterai Mobil Listrik RI Siap Banjiri Pasar Dunia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.