Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Untuk Rawat Kebudayaan Asli Jakarta
Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan
Rabu, 9 Oktober 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons positif masukan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi agar kebudayaan Betawi masuk dalam kurikulum pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat melestarikan kebudayaan asli Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mendukung seni, olahraga dan keterampilan budaya Betawi jadi muatan lokal dalam kulikuler dan ekstrakulikuler di sekolah. Dengan cara itu, para siswa bisa mengenali dan merawat kekayaan budaya asli Jakarta.
Selain itu, menurutnya, pemberian materi budaya juga bisa menjadi alternatif untuk siswa menyalurkan energi positifnya kepada kegiatan lebih produktif.
Baca juga : Lanjutkan Karier Di Amerika, Pogba ‘Dicerai’ Nyonya Tua
“Saya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan lebih banyak ruang bagi anak-anak dalam membangun kreativitas mereka,” kata August dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menilai, budaya sangat penting dikenalkan kepada anak sejak dini. Penerapan materi kebudayaan di sekolah merupakan bentuk implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
“Perda ini menekankan pentingnya pelestarian Budaya Betawi, salah satu budaya yang menjadi identitas kuat Jakarta,” kata August.
Baca juga : Jelang Laga Lawan Bahrain, Tim Garuda Nikmati Latihan Dan Tanpa Beban
Karena itu, August mendorong Pemprov DKI segera menggencarkan kegiatan ekstrakurikuler yang terkait tradisi Betawi seperti pencak silat, tari cokek, dan tari lenggang none.
Langkah ini, paparnya, bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak terlibat langsung dalam pengembangan kreativitas. Selain itu, melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat membentuk karakter anak-anak dan bangsa terhadap identitas lokal. Termasuk mendukung Kota Jakarta menuju kota global yang berakar pada tradisi.
“Anak-anak perlu memahami dan menghargai budaya mereka sendiri, sejak dini,” imbuhnya.
Baca juga : Digugat Cerai Baim
Tegerus Globalisasi
Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Misan Samsuri melihat, sadar atau tidak eksistensi budaya Betawi semakin tergerus globalisasi dan persebaran multi kultural yang terjadi di Jakarta. Kondisi itu, menurutnya, perlu diantisipasi sejak dini supaya kebudayaan Betawi yang ditanamkan leluhur dapat terjaga secara berkesinambungan.
“Budaya Betawi dan kearifan lokal Betawi, tidak boleh hilang. Identitas suatu daerah adalah budayanya,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya