Dark/Light Mode

Perkara Rekayasa Transaksi Emas

Budi Said Pernah Ditawari Jadi Reseller, Tapi Menolak

Rabu, 9 Oktober 2024 06:10 WIB
Mantan Trading Assistance Manager UBPP PM Antam Pulogadung, Nur Prahesti Waluyo, usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024). (Foto: Istimewa)
Mantan Trading Assistance Manager UBPP PM Antam Pulogadung, Nur Prahesti Waluyo, usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Budi Said pernah ditawari menjadi reseller emas PT Antam. Namun, crazy rich Surabaya ini, menolak tawaran tersebut.

Hal ini terungkap pada sidang perkara rekayasa transaksi emas Butik Surabaya 01 PT Antam dengan terdakwa Budi Said, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa, 8 Oktober 2024.

Nur Prahesti Waluyo, mantan Trading Assistance Manager Unit Bisnis Pemurnian dan Pengolahan Logam Mulia (UBPP LM) Antam dihadirkan sebagai saksi pada sidang ini.

Baca juga : Digugat Cerai Baim

Waluyo menuturkan, Budi sempat datang ke UBPP LM PT Antam di Pulogadung, Jakarta Timur pada April 2018. Budi menyampaikan hendak mem­beli emas Antam sebanyak 100 kilogram (kg) per minggu. Pembeliannya lewat Butik Surabaya 01 di daerah asalnya.

Budi lalu meminta diskon untuk pembelian partai besar itu. Waluyo menyampaikan permintaan Budi ke atasannya.

Atasannya menginformasi­kan pengiriman emas ke Butik Surabaya 01 maksimal 30 kg per minggu. Itu pun tidak bisa kon­sisten. Lantaran stok emas harus dibagi kepada butik lainnya.

Baca juga : Ada Yang Cuti Massal, Kosongkan Persidangan Sampai Pake Pita Putih

Waluyo lalu menawarkan Budi untuk menjadi reseller agar bisa mendapatkan diskon pembelian emas. Besar diskon 0,6 persen dari harga dasar.

Waluyo mengutarakan nanyak syarat yang harus dipenuhi reseller. Di antaranya harus memenuhi target penjualan setiap tahun, dengan evaluasi per 3 bulan serta kontrak resmi dengan Antam.

Diskon hanya bisa diberikan jika bertransaksi di UBPP LM Pulogadung. Waluyo menandas­kan, butik tidak bisa memberi­kan diskon.

Baca juga : Hashim Ketua Dewan Penasehat, Arsjad Ketua Dewan Pertimbangan

“Informasi dari butik Surabaya bahwa Pak Budi mau melakukan transaksinya di Surabaya aja, ng­gak mau di Jakarta (UBPP LM),” tutur Waluyo. Ia pun beranggapan Budi menolak menjadi reseller.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.