BREAKING NEWS
 

Keren! SRE Terima Penghargaan Dharma Karya Energi Dari Kementerian ESDM

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 12 Oktober 2024 21:39 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyerahkan Penghargaan Dharma Karya kepada Society of Renewable Energy (SRE). Founder SRE, Zagy Yakana Berian, menerima penghargaan tersebut, pada upacara peringatan Hari Jadi PErtambangan dan Energi ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta (10/10/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Society of Renewable Energy atau SRE mendapat Penghargaan Dharma Karya Energi 2024 dari Kementerian ESDM. SRE satu-satunya organisasi anak muda yang masuk kategori Madya.

SRE lahir pada 2019. Dari kegiatan kecil, tak kurang dari 10 orang di kampus ITB Bandung, kini berkembang hingga ke 50-an kampus dan menjadi gerakan anak muda terbesar di Tanah Air, yang fokus pada gerakan transisi energi dan sustainability.

Selama lima tahun, SRE telah menghasilkan karya-karya terbaik. Bekerja sama dengan banyak stake holder, baik di Pemerintahan yaitu Kementerian, Lembaga dan BUMN. Hingga ke tingkat regional dan global. 

Salah satu yang dinilai strategis adalah kolaborasi bersama ESDM, khususnya Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK). Yakni, melakukan penyusunan dan implementasi lapangan untuk program Gerakan Listrik Tenaga Surya (GERILYA) dan Forum Kepemudaan Energi di tengah perhelatan G20 Indonesia, yang berlangsung di Bali, November 2022.

Saat itu, G20 anak muda menyampaikan kisah sukses implementasi Transisi Energi Berkeadilan di desa-desa, dan mendapatkan atensi dari diplomat-diplomat dunia. Anak-anak muda ini juga dilibatkan dalam Forum ASEAN Energi, dan program-program kolaborasi lainnya.

SRE mendapatkan penghargaan bergengsi Dharma Karya Energi, yang diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pada Kamis, 10 Oktober 2024. Prestasi atau capaian yang diraih SRE dinilai telah mendorong inovasi dan berkontribusi besar dalam pembangunan nasional, khususnya sektor energi dan sumber daya mineral.

Penghargaan dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 246 Tahun 2024, dan diberikan dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79 di  di Lapangan Monumen Nasional (Monas). Acara ini dihadiri lebih dari 5 ribu ASN Kementerian ESDM.

Baca juga : Kemenkop UKM Beberkan Capaian Pengembangan Koperasi Dalam 10 Tahun

Juga hadir para tokoh Kementerian ESDM, yaitu Jero Wacik (Menteri ESDM periode 2011-2014),  Susilo Siswoutomo (Wakil Menteri ESDM periode 2013-2014),  Sudirman Said (Menteri ESDM periode 2014-2016), Arcandra Thahar (Menteri ESDM periode Juli 2016-Agustus 2016),  Purnomo Yusgiantoro (Menteri ESDM periode 2000-2009).

Penghargaan Dharma Karya Energi untuk kategori Madya diberikan kepada sembilan penerima. Hanya SRE, satu-satunya dari organisasi yang mewakili anak muda. 

Delapan lainnya yaitu Tim Nonanori PT Pertamina Persero, Tim Terapis PT Pertamina Persero, Tim Gugus PC Prove Eksterminator, PT Gilang Pertamina Internasional, Spartan Ditjen Minerba (4:43) 6, Tim Sentrifugal Revolusioner PT Timah Persero TBK, Ir Ardi Nugroho ST MT IPM PT PLN Persero Nusantara Power dan Dr Randes Master of Economy Raden Mas Sujono Respati Ditjen EBTKE.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadia mengatakan, penghargaan Dharma Karya Energi diberikan untuk memotivasi insan penggiat sektor energi dan sumber daya mineral untuk terus menciptakan dan memberikan karya-karya terbaik bangsa.

Menurut Bahlil, penghargaan ini tentang pentingnya menjaga keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, serta perlunya percepatan transisi energi yang sejalan dengan komitmen menuju Net Zero Emission pada 2060.

Adsense

“Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi, harus menjadi momentum untuk terus bekerja membangun sektor ESDM secara berkelanjutan. Kita memikul tanggung jawab besar menjaga keberlanjutan sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Bahlil.

Kepala Biro KLIK ESDM, Agus Cahyono Adi mengatakan, anak-anak muda yang tergabung di SRE Indonesia memiliki semangat tinggi untuk mewujudkan transisi energi di Indonesia. Mereka tersebar di 50 kampus yang dapat berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mensosialisasikan program transisi energi. 

Baca juga : Telkom Borong Tiga Penghargaan Media Humas Terbaik 2024 Dari Kominfo

“SRE bisa mewujudkan aksi nyata, semisal menginstalasi pembangkit listrik energi bersih, hingga di daerah terpencil,” ujarnya.

Biro KLIK ESDM adalah institusi yang memberikan rekomendasi SRE untuk mengikuti serangkaian proses penilaian dan kelayakan sebagai penerima Penghargaan Dharma Karya.

Zagy Yakana Berian, Founder SRE, yang menerima penghargaan tersebut mengatakan, ada momen yang sangat berkesan saat tahapan presentasi. “Kami membawa alat peraga Pembangkit Tenaga Surya. Dan menceritakan apa yang sudah kami kerjakan selama ini. Sejumlah Dewan Juri menanyakan mekanisme pendanaan untuk pemasangan instalasi tersebut di sejumlah daerah. Kami menjelaskan, program dijalankan dengan kolaborasi dan bantuan sponsorship, CSR atau bekerjasama dengan donor internasional,” kata pria berumur 26 tahun ini.

Kata Zagy, salah satu kunci keberhasilan adalah kerja tim yang solid dan full time. “Juri terkesan, karena yang kami kerjakan menunjukkan dedikasi anak muda pada program transisi energi, berbasis kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kementerian ESDM selama ini memang membuka ruang yang lebar bagi anak muda untuk menyuarakan aksi-aksi nyata transisi energi di Indonesia kepada dunia. 

April lalu, Zagy diberikan rekomendasi untuk berbicara di Sidang Majelis PBB. Zagy memberikan banyak bukti bahwa Transisi Energi Berkeadilan sudah dan sedang diimplementasikan, dikerjakan oleh anak-anak muda Indonesia. Energi alternatif yang ramah lingkungan, telah terpasang di 100-an lokasi di tanah air. 

Dalam pidatonya, Zagy menekankan, pentingnya peran generasi muda dalam transisi energi, yang didukung dengan kolaborasi banyak pihak.

Baca juga : Top! PLTU Jawa 7 Raih Penghargaan Tertinggi dari Kementerian ESDM

Zagy yang merupakan lulusan Teknik Mesin ITB itu mengatakan, gerakan SRE sangatlah unik. Setiap mahasiswa di manapun, boleh mengajukan membuka SRE di kampusnya. Konsepnya disiapkan. Ada modul pengajaran yang bisa digunakan di kampus masing-masing. Sehingga SRE di kampus manapun, memiliki keahlian, kemampuan yang standarnya sama. “Dan yang mengerjakan semua itu adalah anak-anak muda. Mereka dilibatkan mulai dari perencanaan program, pelaksanaan hingga evaluasinya,” ujarnya.

Konsep ini terbukti efektif. Selama lima tahun, SRE berhasil melahirkan ribuan anak muda yang fokus pada pengembangan sektor transisi energi, dan sustainability. Kegiatan yang dilakukan SRE di kampus, telah menjadi wadah dan laboratorium bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri, sebelum terjun ke dunia kerja.

SRE Indonesia sangat bangga mendapatkan penghargaan ini. Zagy mengharapkan, Dharma Karya yang diraih SRE menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tak lelah berkontribusi pada pembangunan. Anak-anak muda ini percaya bahwa masa depan Indonesia cerah, dan sudah berada di jalur tepat untuk mencapai visi Emas 2045. Bahkan, mereka meyakini, arus besar gerakan anak muda ini bisa mempercepat tercapainya target Net Zero Emission.

“Kami berharap, program peningkatan kapasitas SDM muda di sektor ESDM terus menggunakan learning by experience. Puncak tertinggi pembelajaran adalah implementasi. Semoga program kolaborasi bersama CSR dan donor internasional untuk transisi energi dapat selalu bergandeng tangan dengan program pemerintah,” tambah Zagy.

SRE Indonesia akan terus berkomitmen membantu pemerintah di sektor energi melalui kolaborasi bersama ESDM untuk mengakselerasi program transisi energi berbasis kebutuhan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense