BREAKING NEWS
 

Gandeng Incheon, InJourney Airports Tancap Gas Kelola Bandara di Luar Negeri

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Selasa, 15 Oktober 2024 16:56 WIB
Penandatangan kerja sama oleh Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi (kanan) dan President CEO IIAC Hag Jae Lee di Incheon, Korea Selatan, Selasa (15/10/2024). (Foto: Dok. InJourney Airports)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan Incheon International Airport Corporation (IIAC) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjalin kemitraan strategis dalam pengelolaan bandara dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

MoU ditandatangani Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi dan President & CEO IIAC Hag Jae Lee di Incheon, Korea Selatan, Selasa (15/10/2024).

Kerja sama ini merupakan langkah awal bagi kedua perusahaan untuk membahas 4 hal secara intensif.

Pertama, rencana kerja sama pengelolaan bandara di Kuwait, Uzbekistan dan Filipina. Kedua, rencana pembentukan anak usaha untuk mengikuti tender pengelolaan bandara di Asia dan Timur Tengah.

Ketiga, pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk pengelolaan bandara kelas dunia. Dan keempat, menjajaki kemitraan sister airport antara bandara yang dikelola InJourney Airports dengan bandara yang dikelola IIAC.

MoU ini juga menandakan bahwa InJourney Airports tidak membutuhkan waktu lama atau hanya sekitar 1 bulan sejak resmi menjadi perusahaan merger untuk melebarkan sayap menjadi pengelola bandara di luar negeri.

Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi mengatakan, bagi InJourney Airports, menjadi pengelola bandara di luar negeri bertujuan meningkatkan daya saing dan memperluas kapasitas perusahaan sehingga dapat agresif mendorong transformasi bandara-bandara di dalam negeri untuk menjadi wajah kebanggaan bangsa yang memberikan pengalaman menyenangkan bagi penumpang pesawat.

Baca juga : Siang Ini Presiden Jokowi Jajal Bandara Baru IKN

Faik menambahkan, lnJourney Airports sebagai agent of development yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta value creator yang mampu menciptakan nilai tambah dari operasional bandara.

Adapun penandatanganan MoU kali ini merupakan kemitraan strategis kedua bagi InJourney Airports dan IIAC dalam pengelolaan bandara, setelah kedua perusahaan sudah bekerja sama dalam mengelola Bandara Hang Nadim Batam.

Lebih lanjut Faik menuturkan kemitraan strategis kali ini merupakan bentuk kepercayaan dari kedua pihak dalam menjalin hubungan jangka panjang.

“InJourney Airports dan IIAC memiliki hubungan yang sangat dekat. Setelah bekerja sama dalam mengelola Bandara Hang Nadim Batam, kini kami kembali menjalin kemitraan strategis untuk mengelola bandara-bandara lainnya," ujarnya.

Hal ini menurut Faik dapat diwujudkan seiring dengan kepercayaan yang ada dari InJourney Airports dan IIAC dalam bekerja sama.

Adsense

”Kemitraan strategis ini juga merupakan bentuk pengakuan dari IIAC yang merupakan operator bandara kelas dunia, terhadap kapabilitas dan kapasitas InJourney Airports di industri kebandarudaraan,” ujar Faik.

InJourney Airports merupakan perusahaan hasil merger PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Secara resmi pada 9 September 2024, InJourney Airports menjadi operator bandara terbesar kelima di dunia dengan mengelola 37 bandara di Indonesia.

Baca juga : InJourney Airports Pastikan Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Tetap Optimal

Sementara itu, IIAC merupakan pengelola bandara kelas dunia asal Korea Selatan yang mengelola Bandara Incheon sebagai bandara terbaik ketiga dunia pada 2024 versi Skytrax.

Selain di Korsel, IIAC juga memiliki portofolio bisnis kebandarudaraan di 15 negara lainnya.

Faik menuturkan InJourney Airports dan IIAC adalah dua perusahaan besar yang masing-masing memiliki sumber daya, keahlian, serta pengalaman panjang di industri aviasi.

“Kemitraan strategis melalui MoU ini mensinergikan kedua perusahaan untuk semakin tumbuh dan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam hal pelayanan dan operasional bandara,” ujar Faik.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo mengatakan, kemitraan dengan IIAC sebagai upaya InJourney Airports menjadi operator bandara kelas dunia.

“InJourney Airports menuju menjadi world class airport operator, dengan membentuk organisasi berbasis data driven melalui sistem terintegrasi di antara ekosistem aviasi dan didukung big data analytics.

"Sejalan dengan ini, kami bermitra dengan IIAC yang telah menjadi operator bandara kelas dunia melalui berbagai keunggulan di antaranya dalam hal teknologi kebandarudaraan,” ujar Ferry.

Baca juga : Perkuat Aviasi Nasional, InJourney Airports Gandeng Boeing

Direktur Human Capital InJourney Airports Achmad Syahir menuturkan, IIAC memiliki sumber daya manusia terbaik di industri kebandarudaraan untuk mendukung pengembangan SDM di InJourney Airports.

“InJourney Airports sudah memiliki SDM terbaik dalam hal pengelolaan bandara. Bersama IIAC kami ingin menjalankan program pengembangan SDM secara holistik yakni pengembangan skill untuk mendukung aspek teknis guna mendorong SDM lebih proaktif untuk pelayanan dari hati yang memahami penumpang pesawat,” ujar Achmad Syahir.

President & CEO IIAC Hag Jae Lee mengapreasiasi kerja sama dan kemitraan strategis dengan InJourney Airports.

"Dengan mensinergikan kapabilitas kedua perusahaan, kami meyakini IIAC dan InJourney Airports dapat sukses menjadi pengelola bandara di sejumlah negara untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang pesawat," ujar Hang Jae Lee.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense