Dark/Light Mode

Pasca Merger AP I Dan AP 2

InJourney Airports Fokus Poles Customer Oriented

Rabu, 11 September 2024 07:05 WIB
Dari kiri, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiroatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, foto bersama di acara peresmian merger PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Angkasa Pura 2 menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Jakarta, Senin (9/9/2024). Entitas baru ini tergabung ke dalam anggota Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Dari kiri, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiroatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, foto bersama di acara peresmian merger PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Angkasa Pura 2 menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Jakarta, Senin (9/9/2024). Entitas baru ini tergabung ke dalam anggota Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggabungan (merger) dua pengelola bandar udara di Indonesia, PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan di 37 bandara. Sebab, layanan yang akan diberikan, memiliki standar yang sama.

Menteri Badan BUMN Erick Thohir mengatakan, merger kedua perusahaan tersebut tidak akan bersampak pada pengurangan karyawan.

“Isu layoff tidak ada. Sama seperti saat merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV, itu juga nggak ada layoff. Justru ini isu pengembangan, kami mengelola 37 airport,” tegas Erick, di Jakarta, Senin (9/9/2024) malam.

Kini, InJourney Airports merupakan subholding sektor jasa kebandarudaraan yang juga anak usaha dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Baca juga : Menperin: Untuk Hasilkan SDM Industri Yang Kompeten

Erick bilang, kehadiran In­Journey Airports sebagai sub­holding InJourney Group, meru­pakan terobosan besar dalam sektor industri aviasi dan keban­darudaraan

“Sekaligus sebagai bentuk adaptif BUMN dalam meng­hadapi perubahan zaman,” katanya.

Ke depan, Angkasa Pura Indo­nesia akan memperbaiki aspek pelayanan, model bisnis, hingga sumber-sumber pendapatan. Serta mengoptimalkan tatanan kebandarudaraan nasional, po­tensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik Indonesia.

“Bandara bukan hanya untuk traveling, tapi untuk kehidupan yang lainnya,” kata mantan bos Klub Inter Milan ini.

Baca juga : DPRD DKI Dukung Masa Tugas Heru Diperpanjang

Di kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, merger dua korporasi besar yang sudah dalam comfort zone itu tidak mudah.

“Dengan disatukan ini, In­sya Allah memberikan kebaikan dan competitiveness terhadap airport yang lainnya,” ujar Budi.

Selain itu, penggabungan usaha ini membuat pengelolaan bandara bisa menjadi efisien. Begitu juga bandara-bandara kecil akan mendapat perhatian untuk dikembangkan.

“Jayapura, Banda Aceh dan segala macam mesti mendapat­kan perhatian sama baiknya dengan Soekarno Hatta dan Kualanamu,” pesan Menhub.

Baca juga : Deschamps Selamat Dari Cemoohan

Sementara Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi mengaku, dengan adanya peng­gabungan ini, bandara yang dikelolanya akan menjadi salah satu dari 5 operator bandar udara terbesar di dunia atau top 5.

Sebab, dengan adanya kon­solidasi ini, InJourney Airports dapat menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun.

“Dan akan berada di urutan kelima perusahaan operator bandara terbesar di dunia,” ucap Faik.

Saat ini transformasi yang dilakukan adalah dengan meng­hadirkan wajah baru bandara-bandara di Indonesia. Di antaranya beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan optimalisasi kapasitas dan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.