Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AP I & AP II Merger, InJourney Airports Jadi 5 Besar Operator Bandara Di Dunia
Senin, 9 September 2024 22:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian BUMN meresmikan penggabungan dua perusahaan besar pengelola bandar udara di Indonesia, PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II).
Menteri l BUMN, Erick Thohir mengatakan, penggabungan ini telah berjalan dengan lancar dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku ke dalam satu entitas, yakni PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
Kini, InJourney Airports merupakan subholding sektor jasa kebandarudaraan yang juga merupakan anak usaha dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwiasta, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
"Kehadiran InJourney Airports sebagai subholding InJourney Group, merupakan terobosan besar dalam sektor industri aviasi dan kebandarudaraan sebagai bentuk adaptif BUMN dalam menghadapi perubahan zaman," ujar Erick, di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Baca juga : Menhub Harap, Indonesia Bisa Jadi Produsen Kereta Api Dunia
Dengan penggabungan ini, InJourney Airports akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Mantan Bos Klub Inter Milan ini menilai, transformasi di sektor pengelolaan bandara menjadi keharusan dalam mengoptimalkan tatanan kebandarudaraan nasional, potensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik Indonesia.
"Dengan adanya konsolidasi ini, InJourney Airports dapat menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima perusahaan operator bandara terbesar di dunia," ungkapnya.
Bahkan, dengan adanya penggabungan ini, bandara yang dikelola InJourney akan menjadi salah satu dari lima operator bandar udara terbesar di dunia.
Baca juga : AP II Dukung Pengembangan Airport Rescue & Fire Fighting Di Indonesia
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria menjelaskan, langkah penggabungan ini sejalan dengan visi Pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas dalam negeri, yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Serta, meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Indonesia.
“Untuk menyiapkan penggabungan ini, kita sudah melakukan proses penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT, sistem keuangan, hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah berlangsung sejak tahun lalu," bebernya.
Ia juga berharap, InJourney Airports dapat menjadi perusahaan pengelola bandara yang mengacu pada best practice di dunia. Tak hanya itu, penggabungan ini sudah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang telah disetujui Pemerintah dalam rangka peningkatan konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, menjelaskan, transformasi bandara di bawah kelolaan InJourney Airports akan terus diperkuat melalui program-program peningkatan kualitas infrastruktur bandara, manajemen operasional yang berbasis ekosistem dan peningkatan kualitas SDM berbasis customer centric yang berstandar global.
Baca juga : KBRI Addis Ababa Ajak Diaspora Indonesia Berperan Dalam Diplomasi Ekonomi
Saat ini, transformasi yang dilakukan dengan menghadirkan wajah baru bandara-bandara di Indonesia, di antaranya beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan optimalisasi kapasitas dan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Tujuan transformasi bandara yang sedang berjalan, adalah untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan pada seluruh rangkaian perjalanan di bandara melalui perubahan mindset dan pola manajemen dalam memberikan pelayanan," katanya.
Ia optimistis, perubahan mindset dari reaktif menjadi prediktif dan proaktif, serta perubahan orientasi kerja dari operational oriented menjadi customer oriented.
Sehingga, mampu menjadi wajah kebanggaan bangsa, di samping tugas utama InJourney Airports sebagai agent of development dan value creator,” pungkas Faik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya