BREAKING NEWS
 

Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melesat

Bos BSI Pede RI Geser Peringkat Arab Saudi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 22 Oktober 2024 07:05 WIB
Direktur Utama BSI Hery Gunardi optimistis pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia terus melesat, (Foto: Dok. BSI)

 Sebelumnya 
DPK BSI juga naik 17,50 persen menjadi Rp 296,70 triliun, dengan total aset mencapai Rp 360,9 triliun. Atau naik dibandingkan pada akhir Desember 2023 sebesar Rp 353,6 triliun.

Menurut Hery, untuk meng-absorb potensi dan demand ekonomi syariah, BSI perlu fokus dalam menyiapkan strategi maupun produk.

“Kami ingin meluncurkan super app beyond. Jika ini berjalan baik, maka menjadi game changer di segmen syariah, maupun Islamic Banking di Indonesia,” ucapnya.

Hery menegaskan, kehadiran bank syariah bukan saja untuk nasabah Muslim, melainkan juga non-Muslim.

“Bank Syariah adalah model bisnis bank yang (layanan perbankannya) bersifat universal,” tegasnya.

Baca juga : Beban Kementerian Tak Besar Lagi, Lebih Fokus

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat menilai, ekspektasi pasar modal terhadap pertumbuhan laba bersih BSI termasuk yang tertinggi. Yakni mencapai 19,3 persen pada 2024, dan sebesar 20,8 persen pada 2025.

“Nilai ekuitas BSI juga diekspektasikan tumbuh tinggi di antara tujuh bank terbesar. Yaitu sebesar 15,7 persen pada 2024 dan 16,3 persen pada 2025,” sebutnya.

Dari sisi Return On Equity (ROE), BSI juga diperkirakan meningkat ke kisaran 17 persen pada 2025 dari kisaran 16 persen di tahun 2024.

Kresna menyebut, ekspektasi terhadap ROE BSI tersebut, termasuk keempat tertinggi dibandingkan bank-bank di Asia Pasifik lainnya. Dan ketiga tertinggi dibandingkan bank-bank di Timur Tengah.

Selanjutnya Mandiri Sekuritas memproyeksi, akan terjadi pertumbuhan pada aset syariah. Kredit dan deposito BSI diharapkan mencapai di atas rata-rata industri.

Baca juga : UMKM Di DKI Serap Jutaan Tenaga Kerja

“Kalau industri ekspektasi (kreditnya tumbuh) 12 persen, maka di BSI, proyeksi kami (kreditnya) bisa mencapai 15 hingga 16 persen tahun depan,” ujarnya.

Tabungan Haji Dan Emas

Di kesempatan yang sama, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI berupaya terus mendorong mesin pertumbuhan sebagai penopang kinerja perusahaan. Salah satunya, adalah optimalisasi produk seperti tabungan dan cicil emas.

Hingga Agustus 2024, omzet gadai emas di BSI melonjak 22,1 persen yoy menjadi Rp 13,3 triliun. Produk cicil emas juga tumbuh signifikan sebesar 169,4 persen, mencapai Rp 3,8 triliun.

“Produk emas ini menjadi salah satu produk untuk mendukung pertumbuhan BSI untuk 2024,” katanya.

Bisnis emas, sambung Anton, mengalami pertumbuhan yang luar biasa, menjadi alat orang untuk berinvestasi dibanding dengan alat instrumen lainnya.

Baca juga : Liga Champions: Real Madrid Vs Borussia Dortmund, Los Blancos Siaga Satu

Selain produk emas, BSI juga mendorong pertumbuhan dana wadiah dan tabungan haji. yang akan menumbuhkan DPK dengan memperoleh sumber-sumber dana murah. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 22 Oktober 2024 dengan judul "Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melesat Bos, BSI Pede RI Geser Peringkat Arab Saudi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense